PJB berhasil ujicobakan Co-Firing kurangi pemanasan global dunia

  • Whatsapp
banner 468x60

GUEMUDA.COM, JAKARTA – Dunia saat ini berkomitmen mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) hingga 29 persen sampai tahun 2030.

Di Indonesia, upaya itu tampak melalui rencana kerja PLN dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yaitu mewujudkan target Bauran Energi Nasional untuk energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada tahun 2025.

Read More

banner 300250

Baca Juga : RE-Forge Jadi Solusi Tata Kelola Pembangkit di Indonesia

Penggunaan energi berupa Biomassa merupakan salah satu potensi energi terbesar di dunia yang bisa dimanfaatkan untuk mewujudkan target Bauran Energi Nasional.

Menurut Kementerian ESDM potensi energi biomassa Indonesia, secara teoritis diperkirakan mencapai sekitar 32 Gigawatt (GW).

PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) sebagai perusahaan pembangkitan terbesar di Indonesia telah melaksanakan Go Live Komersial Co-Firing Biomassa PLTU Paiton 2 x 400 MW untuk semakin memperkokoh diri sebagai pionir dalam melakukan akselerasi pemanfaatan EBT.

Acara berlangsung lewat video teleconference zoom tersebut diikuti Muhammad Ikhsan Asaad (Direktur Mega Project PLN), Zulfikar Manggau (EVP Energi Baru dan Terbarukan), Ida Bagus Ari Wardhana (EVP Operasi Regional Jawa Bagian Timur, Bima Putrajaya (EVP Operasi Regional Jawa Bagian Barat), pimpinan Unit PLN dan jajaran Direksi PT PJB.

Direktur Mega Project PLN Co-Firing menyampaikan rasa bangganya kepada PT PJB yang telah berhasil melaksanakan uji coba Co-Firing. Sedangkan Co- Firing ini sendiri akan dilaksanakan di 52 unit PLTU PLN dengan total kapasitas 18.184 MW sehingga dengan 5 persen penggunaan biomass diharapkan sekitar 900 MW PLTU dikonversi menjadi Energi Baru dan Terbarukan.

Co-Firing sendiri merupakan proses penambahan biomassa sebagai bahan bakar pengganti parsial ke dalam boiler batubara eksisting tanpa modifikasi yang significant, sehingga Melalui metode Direct Co-Firing bio pellet dicampur melalui peralatan penggiling/grinding dan pengumpan/feeder kemudian di-mixing dengan batubara ke dalam boiler yang sama untuk dibakar.

“Keunggulan dari inovasi Co-Firing ini adalah pengurangan penggunaan fossil fuel power plant menjadi green power plant sehingga mengurangi emisi SOx dan NOx, mendukung target bauran EBT 23% di tahun 2025 tanpa diperlukan investasi pembangkit EBT baru yang memerlukan CAPEX cukup besar. Ini adalah salah satu inovasi untuk mengurangi pemanasan global yang terjadi di dunia”, ujar Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara, Kamis (11/06/2020).

PT PJB telah melakukan riset biomassa sejak tahun 2017 dengan beberapa lembaga riset nasional, perguruan tinggi dan OEM Boiler manufacture dalam studi biomassa, dan mulai melakukan pengujian Co-Firing ini sejak September 2019 pada pilot project di PLTU Paiton.

Hingga saat ini, PT PJB sudah berhasil melakukan pengujian di 5 PLTU (Paiton, Rembang, Indramayu, Ketapang, Tenayan) dengan jenis boiler yang berbeda dan 3 jenis biomassa yang berbeda (wood pellet, cangkang sawit, saw dust).

“Co-Firing menawarkan aspek positif bagi lingkungan di industri kelistrikan. Kami sangat berharap inovasi ini dapat diterapkan di seluruh pembangkit listrik di Indonesia. Ini solusi tepat menjaga bumi kita agar terwujud Indonesia yang lebih hijau, tetap bisa dihuni dengan nyaman oleh kita, anak cucu kita kelak”, pungkas Iwan Agung.

Sumber : PT PJB Kembali Ujicoba Co-Firing di Dua PLTU

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *