Kisah Isabella Guzman, Gadis Pembunuh Ibunya Kembali Heboh

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA, Guemuda.com – Kisah pembunuhan sadis yang dilakoni anak sendiri terhadap ibunya kembali heboh. Tahun 2013 silam, seorang gadis bernama Isabella Guzman, menghabisi nyawa orang tuanya.

Kisah ini banyak dicari warganet di sosial media, Minggu 6 September 2020.  Gadis kelahiran tahun 1995 asal Colorado, Amerika Serikat tersebut menikam ibunya sebanyak 151 kali.

Parahnya lagi, bagian yang ditikam adalah wajah dan leher ibunya hingga meninggal dunia.

Baca Juga : Waskita Karya Optimistis Program Divestasi Tol akan Berhasil

Perlakuan tak biasa itu pun mengundang berbagai reaksi di dunia. Apalagi kasus tersebut kala itu menjadi headline di beberapa media mainstream internasional.

Faktanya, gadis tersebut memiliki gangguan kejiwaan akibat broken home. Ayah dan Ibunya bercerai ketika masih kecil.

Isabella dan ibunya, Yun-Mi Hoy, diketahui kerap bertengkar, apalagi semenjak ibunya menikah lagi dengan seorang pria bernama Ryan Hoy.

Menurut keterangan aparat setempat, dilansir dari Dailymail, Isabella semakin sering melawan ibunya, yang diduga karena kesal ibunya menikah lagi.

Baca Juga : Pendapatan Waskita Karya Tergerus Jadi Rp8,04 Triliun Gegara Covid-19

Sehari sebelum menikam ibunya, Isabella juga sempat mengirimkan surel (email) kepada ibunya yang isinya “Kau akan menebusnya”. Ketika menerima surel itu, ibunya sempat menelepon kepolisian Aurora dan meminta datang ke rumahnya. Polisi pun datang memenuhi permintaan ibunya.

Keesokan harinya, Isabella melancarkan aksinya di rumah ibunya di blok 2600 Jalan South Lima. Polisi menemukan jasad Yun-Mi Hoy dalam keadaan mengenaskan di dalam kamar mandi lantai dua berselang beberapa jam kemudian.

Isabella Guzman diringkus dalam waktu 16 jam semenjak ditetapkan sebagai buronan. Ketika itu, usianya masih 18 tahun atau kini memasuki usia 25 tahun.

Baca Juga : Pandemi dan Perjuangan untuk Pendidikan

Pengadilan Colorado sendiri memvonis bahwa Isabella tidak bersalah. Dia dikirim ke Rumah Sakit Pemerintah di Pueblo untuk menjalani perawatan kejiwaan alih-alih dikirim ke penjara.

Menurut keterangan dokter yang merawatnya, dr Richard Pounds, Isabella didignosa mengalami paranoia schizophrenia. “Dia sering menatap ke ruang hampa, lalu bicara dengan seseorang yang tidak terlihat, dan dia tertawa sendiri,” kata dr Richard.***

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *