5 Kesalahan Memulai Usaha Kuliner

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA.COM, Jakarta – Bisnis kuliner tidak ada habisnya. Berbagai kreasi kuliner selalu diminati berbagai kalangan masyarakat.

Maka tidak aneh jika banyak juga masyarakat yang menjajal bisnis kuliner. Selain dianggap mudah karena hanya  butuh ide sederhana, bisnis kuliner juga tidak butuh banyak modal karena sebagian dilakukan dengan sistem pre order.

Namun dari banyaknya pelaku bisnis kuliner, tidak jarang yang akhirnya harus gulung tikar. Ternyata, masih banyak pelaku usaha kuliner melakukan berbagai kesalahan.

Nah, agar tidak gagal dalam menjalankan bisnis kuliner, maka kita perlu tahu beberapa kesalahan yang harus dihindari.

  1. Jenis kuliner

Bagi pemula di bisnis kuliner, sering kali memulai bisnis ini dengan mengikuti tren. Padahal, tren yang berkembang telah memiliki pasarnya tersendiri.

Maka sebagai pemula bisnis kuliner, kita perlu memastikan produk yang ditawarkan berbeda dengan yang lain. Usahakan juga sesuai dengan kemampuan kita.

2. Menetapkan harga terlalu tinggi atau terlalu rendah

Dalam menetapkan harga jual, pelaku usaha kuliner juga sering melakukan kesalahan. Alih-alih ingin untung besar, justru produk yang kita jual malah tidak laku di pasar.

Mematok harga rendah pun justru bisa membuat kita merugi. Maka pastikan biaya produksi dengan kualitas yang kita tawarkan.

3. Tidak inovatif

Bisnis kuliner itu penuh inovasi. Jangan hanya menawarkan produk yang itu-itu saja.

Varisasikan rasa misalnya. Atau bisa juga mempercantik bentuk hingga kemasaran.

4. Malas survei pasar

Sebelum menjual produk makanan, jangan ragu untuk melakukan survei pasar. Usahakan dari yang terdekat dengan kita.

Jangan sampai menjual produk makanan yang sudah banyak dijual pelaku usaha lain.

5. Tidak menjual secara online

Seiring dengan perkembangan teknologi, platform digital harus bisa kita manfaatkan. Jangan hanya mengandalkan penjualan secara offline saja.

Dengan menjual secara online, maka kita bisa memperluas pasar.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Trending
Event
Contact Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin