Ada Waran dan Rights Saat Investasi Saham, Ini Penjelasannya

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA.COM, Jakarta – Berbagai peluang investasi bisa dimanfaatkan saat kita masuk ke dunia saham. Di antaranya waran dan rights

Dua istilah ini akan berdampingan dengan saham. Apa itu waran dan rights?

Waran adalah hak untuk membeli saham atau obligasi dari satu perusahaan dengan harga yang telah ditentukan sebelumnya oleh penerbit waran/emiten. Pada saat penerbitan saham perdana (IPO), waran biasanya diberikan secara cuma-cuma bagi para investor yang mendapat jatah saham IPO.

Pada waktunya nanti, pemilik waran bisa menukarkannya dengan saham emiten penerbit waran.

Di sini, waran bisa berarti jaminan bagi pemiliknya untuk mendapat hak atas saham penerbit waran. Bahkan, biasanya para pemilik waran bisa mendapat harga saham lebih rendah dari harga di pasaran.

Selain itu, waran juga bisa diperdagangkan. Jika kita memantau layar perdagangan ada kode saham dengan akhiran “-W” maka itulah yang disebut waran. Hanya saja memperjualbelikan waran tidak seperti saham. Di satu sisi, harganya bisa melambung sangat tinggi, di sisi lain bisa juga turun sangat dalam.

Sementara itu, rights juga sebenarnya agak mirip dengan waran. Rights adalah hak yang diberikan kepada pemegang saham lama untuk terlebih dahulu membeli saham yang baru dikeluarkan oleh emiten.

Rights ini muncul saat satu emiten melakukan aksi penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Misalnya emiten PT ABCD Tbk menerbitkan 2 juta saham baru. Dari jumlah itu, pemegang saham lama bisa ikut memesan, sementara investor yang belum bisa memiliki saham ABCD tidak bisa ikut memesan.

Bagi investor, apabila harga rights issue lebih rendah dari harga saat sebelum dilaksanakan periodenya dan pemegang saham tidak melaksanakan haknya, maka kepemilikan sahamnya akan terdilusi dan nilai sahamnya bisa menurun. Dilusi saham adalah penurunan komposisi kepemilikan saham investor akibat dari adanya penambahan saham baru.

Penerbitan saham baru ini akan merugikan para pemegang saham karena persentase kepemilikan sahamnya otomatis akan berkurang. Hal ini menjadi kerugian yang besar bagi para pemegang saham.

Pada rights, investor juga perlu tahu tanggal cum (cum right) dan tanggal ex (ex right). Investor akan dianggap sebagai pemegang saham lama atau memiliki hak (right) atas saham baru jika memegang saham hingga tanggal terakhir “cum right“. Sementara jika baru membeli saham di periode “ex right” dan setelahnya maka anda sudah tidak lagi memiliki hak (right) atas saham baru.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Trending
Event
Contact Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin