Asal Usul Celengan Babi yang Ternyata Sampai Era Majapahit

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Celengan babi atau piggy bank.

GEUMUDA.COM, Jakarta – Waktu kecil kamu pasti pernah punya atau seenggaknya liat celengan berbentuk babi. Dan entah kenapa celengan berbentuk babi itu udah umum banget. Soalnya celengan babi ini ga cuma ditemukan di pasar, toko, dan rumah-rumah di Indonesia. Celengan babi ini keberedaannya mendunia.

Menabung itu menghimpun kekayaan untuk digunakan di masa depan dengan menyisihkan sebagian harta yang kita punya saat ini. Kebiasaan menabung itu udah dilakukan sejak dulu banget, Genks. Uniknya, kebiasaan menabung orang jaman dulu punya kaitan dengan celengan berbentuk babi.

Celengan babi di Indonesia terlacak udah ada sejak jaman Majapahit. Arkeolog Supratikno Rahardjo dalam “Tradisi Menabung dalam Masyarakat Majapahit: Telaah Pendahuluan Terhadap Celengan di Trowulan” yang dimuat di artikel Historia bilang celengan berbentuk babi jumlahnya paling banyak di antara celengan berbentuk hewan lainnya kayak domba, kura-kura, dan gajah.

Secara bahasa, babi emang disebut celeng dalam bahasa Jawa. Meski begitu belum ada bukti bahwa orang-orang jaman Majapahit menyebut juga memakai istilah celengan.

Menurut Supratikno kata celengan baru dikenal orang Jawa di era setelahnya. Di era Jawa Kuno menurut kata yang dikenal baru celeng (babi atau babi hutan) dan pacelengan (kandang babi) aja.

Cerita asal-usul celengan babi ini ga cuma Indonesia aja. Dalam peradaban Barat, keberadaan celengan babi tertua berasal dari Jerman. Kalau celengan babi tertua di Jawa diperkirakan pada abad ke-12, celengan babi tertua di Jerman diestimasi dari abad ke-13.

Ga nyangka kan celengan babi ternyata menyimpan cerita dan sejarah yang lumayan panjang. Jadi bisa dibilang kesadaran masyarakat buat menabung itu ga di peradaban modern aja, tapi jauh dulu kala manusia udah punya kesadaran serupa. Oh satu lagi, kalau kamu kepo tentang celengan babi di era Majapahit bentuknya kaya apa, kamu bisa liat di Museum Nasional, Jakarta.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Event
About Us
Join Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin