Cara Mudah Menghindari Sikap Fear and Greed dalam Berinvestasi

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA.COM, Jakarta – Sikap fear (takut) dan greed (serakah) akan mewarnai psikologi kita saat berinvestasi. Dua sikap itu pula yang bisa membawa para investor tidak bisa memaksimalkan keuntungan dan justru cenderung mengalami kerugian.

Misalnya dalam berinvestasi saham. Munculnya sikap takut datang saat harga saham yang kita pilih dalam posisi turun. Pada umumnya, saat sikap takut muncul, penurunan harga saham justru membuat kita buru-buru untuk melepas kepemilikan.

Dari situ, sangat jelas bahwa kita sebagai investor akan mengalami kerugian secara langsung (realized loss). Hal ini bisa terjadi secara berulang kali hingga akhirnya modal awal kita tergerus cukup dalam.

Dalam berinvestasi saham, penurunan harga merupakan hal yang wajar. Maka jangan takut sehingga tidak terburu-buru menjual secara rugi. Di sini, kita bisa menahan diri untuk tidak buru-buru menjual. Artinya, saat harga saham kita turun berarti ada unrealized loss yang kita miliki. Posisi ini bisa saja akan berbalik menjadi untung.

Maka, selalu pilih saham dengan kinerja fundamental yang baik. Sehingga setiap penurunan harga saham pada waktunya akan berbalik arah sesuai dengan kinerja perusahaannya. Selain itu, selalu sisihkan dana cash. Dana ini akan menjadi senjata ampuh untuk memainkan strategi averaging saat harga saham turun.

Lalu bagaimana soal sikap serakah? Sikap ini juga cukup normal dalam berinvestasi. Semakin tinggi keuntungan yang kita dapat, semakin merasa kurang. Artinya, setiap investor selalu ingin mendapat keuntungan yang lebih besar dan lebih besar lagi.

Jangan sampai kita terjebak dengan sikap serakah ini. Karena pada akhirnya justru keuntungan yang diharapkan tidak akan terwujud dan bisa berbalik arah menjadi rugi.

Oleh karena itu, sejak memutuskan berinvestasi, tentukan tujuan kita. Bahkan tujuan ini bisa kita tetapkan dengan membatasi keuntungan yang bisa kita dapat. Misalnya, kita ingin investasi saham dengan keuntungan 25% dalam satu tahun. Jika target itu sudah tercapai sebelum waktu satu tahun, maka ada baiknya untuk segera mengambil langkah jual untung (profit taking).

Dengan cara itu, paling tidak kita telah mencapai tujuan awal dalam berinvestasi. Tentu saja langkah utamanya adalah dengan memilih instrumen investasi yang benar. Tidak hanya ikut-ikutan dan selalu ingat bahwa setiap investasi memiliki tingkat risikonya masing-masing.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Event
About Us
Join Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin