Cocok Bagi Investor Pemula, Ini Risiko Investasi Reksadana Pasar Uang

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA.COM, Jakarta – Bagi investor pemula, investasi di reksadana pasar uang selalu jadi rekomendasi para penasehat investasi. Selain karena keuntungan yang stabil, reksadana ini juga dianggap instrumen investasi paling aman.

Meski begitu, reksadana pasar uang bukan berarti tanpa risiko. Sesuai karakternya, reksadana pasar uang punya risiko paling rendah.

Namun risiko tetap lah risiko. Maka kita harus tahu beberapa risiko yang akan kita hadapi jika berinvestasi reksadana pasar uang.

Reksadana pasar uang adalah jenis reksadana yang memiliki kebijakan investasi 100% pada instrumen pasar uang atau surat berharga dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun.

Sebagian besar penasehat investasi berpendapat, reksadana ini cocok untuk pemenuhan tujuan keuangan dengan jangka waktu pendek (kurang dari 1 tahun) atau investor dengan profil yang sangat konservatif. Reksadana jenis ini memiliki risiko paling rendah dan imbal hasilnya juga relatif lebih kecil.

Lalu, apa saja risiko investasi reksadana pasar uang?

Mengutip kompas.com, risiko reksadana pasar uang adalah apabila ada wanprestasi atau gagal bayar dari penerbit utang redemption. Lalu risiko lainnya dari reksadana pasar uang adalah manajer investasi tak bisa mengembalikan dana investasi akibat ada penarikan besar-besaran.

Sementara Bareksa memaparkan, reksadana pasar uang juga punya risiko penurunan nilai NAB. Hal ini bisa jadi akibat turunnya harga efek portofolio, perubahan tingkat suku bunga yang mengakibatkan fluktuasi pengembalian instrumen pasar uang, wanprestasi dari bank atau penerbit surat berharga, serta force majeur.

Ada juga risiko ekonomi dan politik, risiko likuiditas, risiko perubahan peraturan, hingga risiko pembubaran dan likuidasi.

Nah, itulah beberapa risiko investasi reksadana pasar uang. Daftar risiko ini masih tergolong rendah, maka reksadana ini sangat cocok bagi masyarakat yang baru memulai untuk investasi.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Trending
Event
Contact Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin