Definisi dan Komponen Business Plan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA.COM, Jakarta – Membangun bisnis sendiri dari nol enggak pernah gampang. Itu sebabnya bikin bisnis butuh banget yang namanya business plan.

Bisnis tanpa perencanaan yang matang cuma akan menghasilkan keuangan kita berdarah-darah. Ada banyak hal yang harus kita siapkan saat berbisnis sehingga perencanaan yang matang dan menyeluruh jadi penting banget. Mengenal dan paham apa itu business plan merupakan langkah pertama agar bisnis kamu bisa berumur panjang dan meraih cuan.

Mengutip laman Entreprenur, definisi dari business plan adalah dokumen tertulis yang menggambarkan sifat bisnis, penjualan, strategi pemasaran, latar belakang keuangan, dan proyeksi keuntungan dan kerugian. Dengan kata lain business plan ini berperan sebagai acuan kerja usaha kamu sebab tujuan dan cara mencapai tujuan bisnis tertera di sana semua.

Terus gimana caranya bikin business plan yang baik dan benar? Berikut kami paparin komponen-komponen yang harus ada saat kamu bikin business plan, Genks.

Halaman judul

Kesannya sepele tapi ini penting agar orang-orang yang akan membaca paham apa yang kamu ingin jelaskan di awal. Ga perlu yang fancy banget, tapi usahakan agar business plan kamu punya tampilan yang menarik dan profesional. Kamu ga ingin kehilangan calon investor di pandangan pertama kan?

Executive summary

Ini adalah halaman di mana kamu bisa menjelaskan keseuruhan business plan kamu secara ringkas, padat, tapi tetap informatif dan catchy. Secara keseluruhan ringkasan eksekutif ini udah sedikit membahas tentang: konsep bisnis, pasar, keunggulan kompetitif, modal yang dibutuhkan dan penggunaannya, angka-angka proyeksi, dsb.

Deskripsi bisnis

Penggambaran tentang bisnis ini biasanya diawali dengan penjelasan singkat tentang industri yang kamu pilih. Usahakan beri gambaran kondisi industri saat ini dan yang akan datang. Tambahkan juga data dan informasi yang menyeluruh tentang pasar di industri yang kamu ikut termasuk apa aja yang bisa menguntungkan atau menghambat bisnis kamu.

Deskripsi produk atau jasa

Selalu usahakan membuat deskripsi dalam beberapa paragraf atau beberapa halaman aja. Pastikan pembaca business plan kamu tau apa yang mereka baca. Apa itu produk/jasa kamu, unique selling proposition (USP) produk/jasa kamu, kebutuhan pasar, serta gimana caranya produk kamu bisa meraih untung dan faktor apa yang bisa memicunya.

Analisis pasar

Kamu bisa memulai fase ini dengan mendefinsikan pasar yang kamu tuju dari aspek ukuran, demografi, struktur, prospek pertumbuhan, tren, potensi penjualan. Di bagian ini kamu juga perlu tentukan bagaimana produk/jasa akan dibeli oleh target pasar kamu. Positioning juga penting kalu jelaskan seperti siapa target pasar kamu, cara menjangkau mereka, apa yang akan mereka beli, dan siapa kompetitor.

Salah satu yang paling penting di poin ini adalah menentukan harga. Ini lumayan sulit karena enggak ada rumus instan dalam menentukan harga. Di samping harga, distribusi juga sudah kamu bahas di bagian ini. Misalnya cara apa yang kamu akan tempuh agar produk kamu bisa berpindah tangan dari pabrik sampai pelanggan dengan selamat. Terakhir, jelaskan strategi komunikasi seperti apa yang kamu mau pakai agar pasar tahu tentang produk/jasa.

Analisis kompetitif

Langkah pertama dalam membuat analsis kompetitor adalah mengidentifikasi siapa aja kompetitor langsung dan tidak langsung produk/jasa kamu untuk saat ini dan masa depan. Lalu analisis deh apa aja kekuatan dan kekurangan mereka serta kayak apa strategi pemasarannya. Dengan melakukan ini kamu akan lebih mudah menempatkan produk/jasa kamu di pasar dan siapa aja target pasar kamu.

Operasional dan manajemen

Komponen operasional dan manajemen dalam rencana kamu berguna untuk menggambarkan bagaimana bisnis kamu berjalan sehari-hari. Mulai dari logistik, distribusi tanggung jawab, tugas yang diemban tiap divisi, biaya-biaya yang diperlukan untuk menjalankan bisnis.

Komponen keuangan

Ada tiga hal dalam keuangan yang menjadi tulang punggung rencana bisnis kamu yakni laporan laba/rugi, laporan arus kas, dan neraca keuangan. Tiga hal itu penting banget sehingga kamu wajib menyusunnya dengan cermat agar calon investor atau mitra bisnis kamu bisa paham dengan mudah.

Kelengkapan dokumen

Terakhir yang ga kalah penting saat bikin business plan adalah kelengkapan dokumen. Sebisa mungkin lampirkan segala dokumen yang masih relevan dengan bisnis kamu. Contohnya adalah resume kamu, surat kontrak dengan para supplier/vendor, klien, salinan dokumen tempat usaha, hingga pembayaran pajak.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Event
About Us
Join Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin