Film Superhero dan Gelontoran Cuan di Baliknya

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Ilustrasi Marvel dan DC.

GUEMUDA.COM, Jakarta – Ada alasan kenapa film superhero terus laris di seluruh dunia. Aspek cerita yang menarik, pertarungan yang fenomenal, sampai efek emosional, ada lengkap di sebuah film superhero. Semua itu dikemas sedemikian rupa sehingga film superhero jadi genre paling manjur menghasilkan uang di industrinya.

Bisa dibilang saat ini cuma ada dua rumah penghasil karakter superhero paling terkenal di dunia yakni Marvel dan DC. Keduanya dari Amerika Serikat. Mereka awalnya adalah perusahaan penerbit komik dan kemudian membesar sehingga merambah film juga.

Marvel punya tokoh-tokoh jagoan kayak Captain America, Iron Man, Spider-Man. DC ga kalah ikonik dengan karakter yang udah populer sejagat raya dengan Superman, Batman, dan The Flash. Kalau dulu mereka bersaing dalam bisnis komik, era DC dan Marvel sekarang bertempur di medium film. Yang pasti, film bergenre superhero udah jadi mesin pencetak uang yang luar biasa di industri perfilman.

Bisnis miliaran dolar

Berdasarkan catatan Statista film besutan Marvel yang tergabung dalam Marvel Cinematic Universe (MCU) udah ngumpulin pendapatan hingga 22,93 miliar dolar AS atau Rp330 triliun, sedangkan Superman dkk yang tergabung di DC Extended Universe “cuma” berhasil meraih 5,78 dolar AS atau Rp83,3 triliun.

Setelah melihat angka-angka itu ga mungkin dong bilang film-film superhero ini ga menguntungkan. Dalam daftar 100 film dengan keuntungan terbesar sepanjang sejarah, ada 25 film superhero di dalamnya. Dalam 10 besar aja, ada 4 film superhero seperti Avengers: Endgame, Avengers: Infinity War, Spider-Man: No Way Home, dan The Avengers. Avengers: Endgame yang tayang pada 2019 kemarin bahkan nyaris menyalip Avatar (2009) sebagai film terlaris sepanjang sejarah dengan total pendapatan 2,78 miliar dolar AS atau sekitar Rp40 triliun.

Spider-Man (2002) mungkin jadi pembuka jalan bagi film superhero modern mendominasi layar bioskop. Teknologi CGI yang kian canggih memungkinkan visualisasi adegan yang cuma ada di komik bisa tersampaikan dengan baik. Setelah itu Iron Man (2008) jadi tonggak bersejarah munculnya franchise MCU sampai besar seperti sekarang.

Antusiasme yang ga ada abisnya terhadap film superhero ini yang bikin Hollywood ga pernah berhenti memproduksinya. Semenjak Iron Man rilis pada 2008, cuma di tahun 2009 dan 2020 MCU absen merilis filmnya. DC Extended Universe yang memulai semestanya pada 2013 lewat Man of Steel juga ga pernah absen ngerilis film mereka sejak 2016. Paling anyar, The Batman yang dibintangi Robert Pattinson, baru aja tayang di bioskop seluruh dunia.

Jadi dengan potensi cerita yang bisa terus meluas dan nilai bisnis yang menggiurkan banget, kamu ga usah khawatir cerita epik para jagoan super di layar bioskop akan berakhir dalam waktu dekat ini.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Event
About Us
Join Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin