Harga Saham Turun? Jangan Buru-Buru Jual, Pahami Strategi Averaging

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA.COM, Jakarta – Saat memasuki dunia saham, faktor psikologis sangat berpengaruh dalam menentukan posisi jual atau beli. Kerap kali, psikologis kita akan bergejolak jika saham yang kita pilih dalam posisi melemah atau turun. 

Lalu, apa yang perlu dilakukan jika kita dalam posisi seperti ini?

Kita perlu tahu apa itu strategi averaging. Strategi ini bisa jadi senjata ampuh bagi investor yang dalam posisi tekanan jual saat suatu saham sedang melemah.

Untuk mengetahui lebih jelas bagaimana menerapkan proses strategi averaging, mari simak contoh berikut ini:

Investor A memiliki dana sebesar Rp1.000.000 dan membeli saham ABCD pada harga Rp100 per saham sebanyak 20 lot. Melalui transaksi ini, A harus merogoh kocek Rp200.000. Satu minggu berselang, harga saham ABCD milik A anjlok hingga ke level Rp70 per saham, sehingga A berpotensi mengalami kerugian 30%.

Pada posisi seperti A, strategi averaging bisa dilakukan dengan sisa dana yang dimilikinya yakni Rp800.000. Melalui dana ini, A kembali membeli saham ABCD pada harga Rp70 sebanyak 20 lot. Sehingga A memiliki total saham ABCD sebanyak 40 lot. Dari sini, A telah dua kali membeli saham ABCD pada dua level yakni Rp100 dan Rp70, sehingga setelah melakukan pembelian kedua pada Rp70, saham ABCD yang dimiliki A mengalami averaging menjadi Rp85.

Melihat harga averaging saham ABCD milik A yang masih di atas harga pasar Rp70, maka potensi kerugian A menjadi berkurang menjadi 17,6%. Cara serupa masih bisa dilakukan A agar harga averaging saham ABCD miliknya bisa di bawah atau selevel Rp70. Namun jika saham ABCD sudah kembali naik di atas Rp85, maka strategi averaging kamu sudah berhasil dan berpotensi mendapat keuntungan.

Contoh kasus yang dialami A bisa jadi juga menimpa setiap investor saham. Sehingga, kita perlu benar-benar mengantisipasi risiko penurunan harga saham dengan tidak menggunakan seluruh dana yang ada. Dengan begitu, para investor selalu punya potensi untuk menerapkan strategi averaging.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Event
About Us
Join Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin