Investasi Obligasi Korporasi Cuma Modal Rp1-5 Juta

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA.COM, Jakarta – Surat utang atau obligasi adalah salah satu instrumen investasi yang belum banyak menyentuh investor ritel. Dalam hal ini adalah obligasi korporasi.

Namun ada persoalan di sini. Kerap kali perusahaan menargetkan dana besar dalam penerbitan obligasi.

Dari situ, sangat wajar jika banyak perusahaan penerbit obligasi enggan menawarkan obligasinya kepada investor ritel. Hal ini juga berkaitan dengan kemampuan dari perusahaan sekuritas sebagai penjamin emisi jika target obligasi perusahaan tidak tercapai.

Selama ini, sebagian besar investor obligasi korporasi berasal dari kalangan institusi. Oleh karena itu, obligasi korporasi belum bisa banyak menjangkau investor ritel. Apalagi, minimal pemesanannya pun terbilang tidak kecil.

Namun beberapa perusahaan bekerja sama dengan perusahaan sekuritas mulai mencoba memperluas jangkauan investornya melalui penawaran obligasi. Mengutip dari berbagai sumber, di antaranya PT Sarana Multigriya Financial (Persero) atau SMF dan PT Federal International Finance (FIF). Keduanya membuka kesempatan bagi investor ritel untuk bisa ikut berinvestasi obligasi korporasi.

Kedua perusahaan itu sempat mencoba penerbitan obligasi dengan memberi kesempatan kepada investor ritel. Misalnya SMF, investor ritel bisa ikut memesan obligasi mulai dari dana Rp5 juta saja. Sementara untuk obligasi FIF bahkan bisa dipesan mulai dari Rp1 juta.

Sekadar mengingatkan, obligasi korporasi adalah obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan swasta nasional, termasuk BUMN dan BUMD.

Obligasi dapat dijelaskan sebagai surat utang jangka menengah-panjang yang dapat dipindahtangankan, yang berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut.

Dari pengertian itu, obligasi korporasi terbagi atas obligasi dengan kupon tetap, obligasi dengan kupon variabel dan obligasi dengan prinsip syariah. Ada Obligasi Korporasi yang telah diperingkat atau ada yang tidak diperingkat.

Adapun mengutip Bursa Efek Indonesia, investor bisa mendapat beberapa keuntungan saat berinvestasi obligasi, di antaranya:

1. Mendapatkan kupon/fee/nisbah secara periodik dari efek bersifat utang yang dibeli. Pada umumnya tingkat kupon/fee/nisbah berada di atas bunga Bank Indonesia (BI rate).

2. Memperoleh capital gain dari penjualan efek bersifat utang di pasar sekunder.

3. Memiliki risiko yang relatif lebih rendah dibandingkan instrumen lain seperti saham, dimana pergerakan harga saham lebih berfluktuatif dibandingkan harga efek bersifat utang. Pada efek bersifat utang yang diterbitkan oleh pemerintah dapat dikatakan sebagai instrumen yang bebas risiko.

4. Banyak pilihan seri efek bersifat utang yang dapat dipilih oleh investor di pasar sekunder.  

Meski begitu, masyarakat harus tetap ingat bahwa setiap investasi tentu saja punya risikonya masing-masing. Begitu juga jika berinvestasi baik di obligasi korporasi. Risiko yang ada ini pun biasanya akan sejalan dengan return yang bisa kita dapatkan.

Obligasi korporasi memiliki peringkat risiko yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan obligasi pemerintah. Risiko ini tergantung pada jenis perusahaan, kondisi pasar dan pemerintahan yang digunakan sebagai pembanding dan peringkat perusahaan penerbit. 

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Event
About Us
Join Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin