Investasi Pakai Utang? Jangan Coba-Coba

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA.COM, Jakarta – Menyisihkan sebagian pendapatan kita menjadi salah satu cara untuk berinvestasi. Namun jika kita tidak bisa menyisihkan sebagian pendapatan untuk investasi, jangan sampai memaksakan berinvestasi dengan utang. 

Di sini, perlu ada komitmen yang ditanamkan. Soal besarannya, bisa mulai dari 5% sampai 30% dari total pendapatan.

Melalui komitmen itu, kita bisa memenuhi prinsip investasi yakni menanamkan modal secara berkala untuk meraih keuntungan yang maksimal. Sehingga, tujuan dari berinvestasi bisa kita capai dengan waktu yang telah ditetapkan.

Pada prinsipnya, investasi dan utang adalah bertolak belakang. Investasi penuh risiko yang tidak bisa diprediksi, sementara utang adalah kewajiban yang harus dibayar.

Fenomena investasi dengan memakai utang sempat terjadi belakangan ini. Terutama pada investasi saham di pasar modal. Bahkan, hal itu mengundang perhatian dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang merupakan penyelenggara sekaligus regulator perdagangan saham.

BEI mengimbau masyarakat untuk tak memakai dana dari utang atau pinjaman untuk membeli saham di pasar modal. Imbauan ini dikeluarkan untuk menanggapi viral keluhan sejumlah investor di media sosial yang mengaku rugi saat berinvestasi di saham. Padahal, dana tersebut berasal dari pinjaman ke pihak lain.

“Berinvestasi saham, selain berpotensi memberikan keuntungan yang baik, juga mengandung risiko kerugian. Sehingga kami mengingatkan untuk tidak menggunakan dana yang bersumber dari pinjaman atau utang,” kata Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi.

Dari pernyataan Hasan, sangat jelas jika utang justru menambah risiko kita dalam berinvestasi. Bayangkan saja jika hasil investasi dari utang itu justru minus. Selain belum bisa membalikan modal, kita justru semakin terjebak dengan utang yang harus dibayar.

Oleh karena itu, pemahaman prinsip investasi sangat penting. Hasan menambahkan, BEI juga mendorong agar para investor terus belajar dan meningkatkan pemahamannya dalam berinvestasi saham. BEI sudah menyediakan berbagai program dan sarana dalam melakukan edukasi kepada masyarakat dan juga para investor, melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal (SPM), webinar, workshop, dan melalui media sosial BEI.

“Silahkan untuk memanfaatkan program dan sarana edukasi ini, ataupun program edukasi yang dilakukan oleh para anggota bursa. Saat ini sebetulnya sudah sangat banyak program edukasi yang baik dalam berinvestasi saham ini, yang dapat diakses secara mudah oleh masyarakat dan para investor kita,” kata Hasan.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Trending
Event
Contact Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin