Jika Membeli Saham Pakai Fasilitas Margin

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA.COM, Jakarta – Menggunakan utang untuk berinvestasi memang tidak disarankan. Apalagi jika utang tersebut berasal dari pinjaman online yang biayanya cukup besar dengan jangka waktu yang singkat.

Namun lain hal jika kita investasi saham. Beberapa perusahaan sekuritas menyediakan fasilitas margin, yang cukup mirip dengan berhutang. Hanya saja, ada beberapa perbedaan dengan utang.

Pada prinsipnya fasilitas margin adalah suatu fasilitas pinjaman yang diberikan oleh sebuah perusahaan sekuritas kepada nasabah pemilik rekening efek di perusahaan sekuritas tersebut. Fasilitas seperti ini legal hukumnya karena diatur juga oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dengan fasilitas ini, investor diperkenankan berinvestasi melebihi kemampuan dana yang telah disetor ke perusahaan efek. Sebagai contoh, investor A memiliki modal Rp10 juta dan ingin membeli 200 lot saham ABCD. Artinya, investor A harus merogoh kocek Rp20 juta.

Dari modal yang dia punya, jelas saja nilainya tidak cukup. Maka dengan fasilitas margin, investor A bisa membeli 200 lot saham ABCD yang terdiri dari Rp10 juta dana sendiri dan Rp10 juta lainnya dari fasilitas margin yang diberikan perusahaan sekuritas.

Melihat contoh itu, memang terlihat mudah dan menggiurkan. Apalagi, perusahaan sekuritas tidak memungut biaya besar dari fasilitas margin tersebut.

Nilainya sekitar 0,05% per hari atau setara 18% per tahun. Namun biaya tersebut akan dipotong langsung dari dana kita setelah melepas seluruh kepemilikan saham yang dibeli menggunakan fasilitas margin.

Catatan lainnya, perusahaan sekuritas akan memberi peringatan (margin call) kepada pengguna fasilitas margin jika dana di rekeningnya tidak mencukupi tagihan margin. Pada akhirnya, akan ada forced sell atau jual paksa saham yang sebelumnya dibeli pakai fasilitas margin.

Aksi ini tidak akan memandang saham itu dalam posisi naik atau turun.

Selain itu, tidak semua perusahaan sekuritas juga memberikan fasilitas margin. Terlebih, OJK memberi syarat minimal modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) sekuritas Rp250 miliar.

Begitu juga dengan investornya, beberapa sekuritas memberi syarat minimal dana untuk bisa menggunakan fasilitas margin.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Trending
Event
Contact Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin