Klasifikasi Indeks Saham Sebagai Acuan Investasi

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai regulator sekaligus penyelenggara perdagangan saham, memberi berbagai kemudahan bagi investor untuk bisa memaksimalkan keuntungan dalam berinvestasi. Salah satunya dengan membuat klasifikasi indeks saham.

Mengutip website BEI, indeks saham adalah ukuran statistik yang mencerminkan keseluruhan pergerakan harga atas sekumpulan saham yang dipilih berdasarkan kriteria dan metodologi tertentu serta dievaluasi secara berkala.

Tujuan/manfaat dari indeks saham antara lain mengukur sentimen pasar, dijadikan produk investasi pasif seperti Reksa Dana Indeks dan ETF Indeks serta produk turunan, benchmark bagi portofolio aktif, proksi dalam mengukur dan membuat model pengembalian investasi (return), risiko sistematis, dan kinerja yang disesuaikan dengan risiko, serta proksi untuk kelas aset pada alokasi aset.

Jika sebelumnya kita telah mengenal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengukur kinerja harga semua saham yang tercatat di Papan Utama dan Papan Pengembangan BEI, ada juga beberapa indeks yang merupakan konstituen sebagai acuan investor dalam memilih saham.

Apa saja indeks-indeks itu?

Indeks saham sektoral

BEI telah mengklasifikasikannya ke dalam 11 sektor, mulai dari energi, barang baku (basic industry), perindustrian, barang konsumen primer, barang konsumen non primer, sektor kesehatan, keuangan, properti dan real estate, teknologi, infrastruktur, serta transportasi dan logistik.

Indeks saham pilihan

Indeks ini merupakan indeks yang dibentuk berdasarkan saham-saham pilihan BEI. Tentu saja saham yang dipilih punya karakteristiknya masing-masing.

Misalnya IDX80, indeks LQ45, ada juga IDX30, IDX Quality 30,  IDX Value 30, IDX Growth30, IDX ESG Leaders, IDX High Dividend 20, IDX SMC Composite, IDX SMC Liquid, dan IDX BUMN20.

Indeks saham syariah

Untuk kategori ini, BEI juga mengklasifikan saham berbasis syariah. Mulai dari ISSI, Jakarta Islamic Index 70, serta Jakarta Islamic Index.

Indeks pilihan lembaga

Selain membentuk indeks atas beberapa kategori, BEI juga membuka kesempatan bagi lembaga atau institusi untuk memiliki indeks saham. 

Misalnya indeks saham pilihan media seperti Kompas100,  indeks Bisnis-27, indeks MNC36, indeks Investor33, dan indeks Infobank15. Ada juga indeks SMinfra18 yang merupakan pilihan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), indeks Sri-Kehati dari yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia, indeks Pefindo25 dan Pefindo i-Grade pilihan PT Pemerintkat Efek Indonesia (Pefindo).

Dari beberapa klasifikasi indeks yang ada itu, pilihan investasi investor bisa semakin terarah dan dapat menghindari saham-saham dengan kualitas kurang baik. Dengan begitu, investor bisa memaksimalkan keuntungannya dengan investasi saham.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Event
About Us
Join Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin