Malapetaka di Tanah Air di Balik IPO Pertama dalam Sejarah

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Ilustrasi VOC.

GUEMUDA.COM, Jakarta – Sejarah mencatat Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) sebagai perusahaan pertama yang melakukan pengumpulan dana lewat penjualan saham di pasar modal. Sedihnya Genks, riwayat itu ternyata berkaitan dengan eksploitasi sumber daya alam di Nusantara.

Cornelis de Houtman adalah orang Belanda pertama yang tiba di Indonesia pada 1596, sementara VOC baru punya pos perdagangan di Banten pada 1610. Sebelum VOC tiba bikin ekspedisi untuk tiba di Nusantara, mereka jelas butuh dana yang ga sedikit. VOC mengakalinya dengan menjual saham perdana.

VOC berdiri pada 20 Maret 1602 sebagai bentuk persekutuan dagang yang bertujuan memonopoli perdagangan di Asia, khususnya rempah-rempah di Nusantara dan sekitarnya. Saat baru berdiri mereka punya kebutuhan dana yang cukup besar untuk melakukan ekspedisi. Saat itulah mereka pilih cara menjual saham perdana atau initial public offering (IPO) buat menghimpun dana.

Dalam buku The World’s First Stock Exchange karangan Lodewijk Petram (2014), VOC melakukan IPO pada 1602. Saat itu saham mereka berharga 100 gulden per lembar. Menurut catatan C.R. Boxer dalam Jan Kompeni (1983) dana yang berhasil VOC kumpulin dari IPO itu lebih dari 6,4 juta gulden.

Uang itu kemudian jadi ongkos VOC buat menjelajah lautan sampai akhirnya tiba di perairan Nusantara. Pelabuhan di Banten jadi tempat pertama mereka mendirikan pos perdagangan sebelum pindah ke Maluku, dan menetap di Batavia. Setelah itu nama VOC terus berkibar sebagai penjual rempah-rempah yang sukses di Eropa.

VOC rutin menyetor deviden ke pemegang sahamnya. Pada masa kejayaan Kompeni, VOC punya 40 kapal perang, 150 kapal dagang, 10.000 prajurit, serta pegawai dan budak yang ga terhitung lagi banyaknya.

Walaupun bisnis mereka lancar jaya, toh era kekuasaan VOC berakhir juga. Pada 1799, perusahaan rasa negara ini akhirnya tumbang juga berkat kerakusan internalnya. Walaupun begitu malapetaka yang VOC bawa ke Indonesia di jamannya ga berkurang keparahannya. Ga terhitung nilai hasil bumi yang mereka rampas, nyawa yang hilang, dan orang-orang yang mereka culik sebagai budak. Jadi apa yang terjadi setelah IPO pertama dalam sejarah dunia sejatinya kabar buruk buat leluhur kita di Tanah Air.

Yang menarik, walaupun VOC udah bubar sejak 200 tahun lalu, tempat mereka bertransaksi saham masih ada loh Genks. Bursa saham Amsterdam yang sekarang bernama Euronext Amsterdam merupakan tempat yang sama para investor-investor pertama dalam sejarah bertransaksi dan saat ini masih beroperasi.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Event
About Us
Join Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin