Manfaat Nyata dari Bonus Demografi

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA.COM, Jakarta – Beberapa orang pernah dengar konsep bonus demografi. Namun apakah kamu udah tau apa aja manfaat dari bonus demografi untuk negara yang sedang mengalaminya? Cukup banyak manfaat bonus demografi beserta turunannya, namun ada beberapa yang pokoknya.

Bonus demografi adalah percepatan pertumbuhan ekonomi yang terjadi akibat perubahan struktur usia populasi suatu negara yang ditandai menurunnya tingkat kelahiran dan kematian (Gribble dan Bremmer, 2012). Perubahan struktur usia populasi tersebut menyebabkan jumlah populasi usia produktif (15-64 tahun) lebih dari 50% total populasi.

Ketika populasi di suatu negara mencapai keadaan tersebut dan punya kebijakan yang tepat untuk memanfaatkan banyaknya penduduk usia produktif di sana akan ada sejumlah manfaat yang datang. Manfaatnya pun enggak sembarangan.

United Nations Populations Fund (UNFPA) menyebut bonus demografi dimulai dari jumlah anak per rumah tangga yang lebih kecil sehingga investasi untuk per anak bisa lebih besar, kesempatan lebih besar bagi perempuan untuk dapat pekerjaan formal, dan kesempatan menabung yang lebih besar untuk warga lansia.

Angka ketergantungan yang rendah

Angka ketergantungan adalah perbandingan antara jumlah penduduk tidak produktif yang terdiri dari penduduk usia 0-14 tahun ditambah penduduk usia 65 tahun ke atas dengan jumlah penduduk usia produktif usia 15-64 tahun. Semakin kecil usia angka ketergantungan, semakin rendah beban yang ditanggung sebuah keluarga. Hasilnya, keluarga bisa investasi lebih besar ke pendidikan anak.

Suplai tenaga kerja berlimpah

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2021, total penduduk Indonesia mencapai 272,7 juta jiwa dengan penduduk usia produktif berjumlah 188,9 juta jiwa. Dengan kebijakan pendidikan dan ketenagakerjaan yang tepat, perkara tenaga kerja terdidik dan terlatih untuk kebutuhan industri enggak akan jadi masalah lagi di negeri ini.

Tabungan rakyat bertambah

Ini masih terkait dengan situasi tanggungan keluarga. Ketika jumlah anak enggak terlalu banyak, orang tua punya kesempatan menabung lebih besar yang sangat penting untuk hari tua nanti. Tabungan itu juga penting buat pemerintah karena pada akhirnya uang itu akan jadi sumber konsumsi para orang tua di masa pensiun mereka.

Partisipasi kerja perempuan meningkat

Mungkin kamu agak bingung kenapa partisipasi kerja perempuan diperhitungkan banget untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Alasan utamanya adalah kondisi kesempatan kerja perempuan dibandingkan laki-laki masih timpang banget di sini. Data BPS per Agustus 2021, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan cuma 53,34%, jauh dari TPAK laki-laki yang sampai 82,27%. Parahnya TPAK perempuan ini enggak pernah bertambah signifikan dalam 20 tahun terakhir. Bahkan pada 2018, McKinsey udah bilang ada potensi tambahan 135 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.000 triliun pada PDB Indonesia 2025 jika dorongan kesempatan kerja yang makin besar untuk perempuan.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Event
About Us
Join Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin