Memahami IHSG Sebagai Acuan Arah Investasi Saham

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA.COM, Jakarta – Menjadi investor saham maka wajib pula mengenal istilah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dengan mengenal IHSG, para investor bisa lebih siap dalam menentukan arah investasi ke depan.

IHSG juga kerap menjadi acuan bagi para investor untuk memilih saham. Lalu, apa itu IHSG? Secara harfiah, IHSG berarti gabungan seluruh saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, IHSG bisa mencerminkan pergerakkan saham-saham tersebut. 

Pada intinya, IHSG adalah indeks yang mengukur kinerja harga semua saham yang tercatat di Papan Utama dan Papan Pengembangan BEI.

Mengutip Kompas.com, IHSG diperkenalkan pertama kali pada 1 April 1983. Saat itu, IHSG merupakan sebagai indikator pergerakan harga saham di BEI yang masih bernama Bursa Efek Jakarta (BEJ).

Sementara menurut BEI, indeks saham adalah ukuran statistik yang mencerminkan keseluruhan pergerakan harga atas sekumpulan saham. Saham-saham itu, dipilih berdasarkan kriteria dan metodologi tertentu serta dievaluasi secara berkala.

BEI juga secara aktif terus melakukan inovasi dalam pengembangan dan penyediaan indeks saham yang dapat digunakan oleh seluruh pelaku pasar modal baik bekerja sama dengan pihak lain maupun tidak.

Terlepas dari pengertiannya, IHSG punya beberapa manfaat bagi para pelaku pasar, khususnya bagi para investor. Apa saja?

Tujuan/manfaat dari indeks saham antara lain:

1.   Mengukur sentimen pasar,

2.   Dijadikan produk investasi pasif seperti Reksa Dana Indeks dan ETF Indeks serta produk turunan,

3.   Benchmark bagi portofolio aktif,

4.   Proksi dalam mengukur dan membuat model pengembalian investasi (return), risiko sistematis, dan kinerja yang disesuaikan dengan risiko, serta

5.   Proksi untuk kelas aset pada alokasi aset.

Data-data yang bisa dibaca

Dalam melihat IHSG, ada beberapa data yang bisa menjadi informasi penting bagi pergerakkan pasar saham dalam satu hari. Mulai dari IHSG itu sendiri. Misalnya pada hari ini IHSG ada pada level 6.030,77 (dibaca: enam ribu tiga puluh koma tujuh tujuh).

Angka tersebut bisa naik atau turun. Jika naik, berarti sebagian besar saham yang diperdagangkan di BEI dalam posisi naik, dan sebaliknya jika IHSG turun maka sebagian besar saham yang diperdagangkan juga mengalami penurunan.

Kenaikan atau penurunan IHSG digambarkan dalam persentase dan poin. Hari  ini IHSG berada pada level 6.030,77 atau mencatat kenaikan 0,64% setara dengan 38,45 poin. Secara ukuran, kenaikan sebesar itu cukup berarti bagi arah investasi hari berikutnya.

Selain level IHSG, di dalamnya juga ada volume transaksi saham, nilai transaksi saham, dan frekuensi transaksi saham. Termasuk kapitalisasi pasar IHSG yang saat ini mencapai Rp7.268 triliun.

Selain itu, investor juga bisa melihat 10 besar saham yang menjadi penggerak dan pemberat pergerakkan IHSG, termasuk juga saham dengan nilai transaksi terbesar, saham dengan volume transaksi terbesar, dan saham dengan frekuensi transaksi terbanyak.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Trending
Event
Contact Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin