Memahami Strategi Averaging Up Saham

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA.COM, Jakarta – Menggunakan strategi averaging dalam dunia saham tidak selalu berlaku pada saat harga turun. Ternyata, kita juga bisa menggunakan strategi averaging pada saat harga saham naik.

Dalam hal ini, kita mesti mengenal istilah averaging up. Istilah ini mengacu pada pembelian saham secara bertahap pada harga yang lebih tinggi dari harga sebelumnya.

Meski begitu, ada beberapa catatan yang perlu kita ketahui agar tidak salah dalam mengimplementasikan averaging up.

Harga saham tidak akan naik terus

Sesuai dengan pengertiannya, averaging up dilakukan untuk meningkatkan keuntungan dengan membeli saham pada harga yang lebih tinggi dari sebelumnya. Di sini, kita tentu harus cukup yakin dan cukup analisa dalam membeli saham yang akan kita averaging up.

Katakan lah, kita memiliki saham ABCD pada harga Rp1.000 dengan nilai investasi Rp5 juta. Dalam beberapa hari kemudian, saham ABCD naik menjadi Rp1.100 dan di sini kita tahu beberapa informasi yang akan mendukung saham tersebut terus mengalami kenaikan harga.

Di posisi ini, kita mulai melakukan averaging up pada harga Rp1.100 dengan nilai investasi Rp5 juta. Sehingga total investasi kita pada saham ABCD adalah Rp10 juta dengan harga rata-rata Rp1.050.

Tidak lama kemudian, saham ABCD naik lagi menjadi Rp1.200 dan membuat portofolio kita mencatat keuntungan. Bahkan dengan tambahan investasi yang kedua, nilai keuntungan kita menjadi lebih besar.

Dari sini, kita harus ingat bahwa tidak selamanya saham akan terus-terusan naik. Maka, mulai lah berhenti averaging up.

Analisa saham lebih mendalam

Melakukan strategi averaging up tanpa analisa mendalam menjadi sebuah spekulasi yang rawan membuat kita rugi. Usahakan analisa saham incaran kita dari berbagai faktor.

Analisa yang kita lakukan juga bisa menggabungkan dua analisis yakni analisis fundamental dan analisis teknikal.

Tetapkan batas harga yang bisa dibeli

Catatan ini mengacu pada catatan pertama di atas. Sebelum melakukan averaging up, kita harus menentukan batas harga yang bisa kita beli.

Seperti contoh di atas, saat harga saham ABCD menjadi Rp1.200 dan sudah sesuai dengan target yang kita tetapkan di awal, maka ini menjadi waktu kita untuk menahan pembelian selanjutnya.

Tidak memanfaatkan profit taking

Nah, dari dua langkah di atas, profit taking jadi salah satu cara untuk menyelesaikan averaging up. Tentu saja langkah ini dilakukan jika keuntungan yang sudah didapat sesuai dengan yang kita harapkan.

Manfaatkan juga profit taking ini untuk menambah pundi-pundi dana kas kita. Sehingga, jika ada momentum lagi kita bisa melakukan strategi averaging up.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Event
About Us
Join Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin