Memaksimalkan Rebalancing Portofolio Agar Mencapai Tujuan Investasi

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA.COM, Jakarta – Menetapkan tujuan merupakan hal penting saat kita memulai investasi. Karena tanpa tujuan, investasi yang kita lakukan akan berjalann tanpa arah. 

Oleh karena itu, saat kita menyisihkan sebagian pendapatan kita untuk investasi, pembagian alokasi aset juga menjadi penting.

Misalnya saja kita menyisihkan dana Rp10 juta untuk investasi. Dari jumlah itu sebanyak 40% kita alokasikan untuk investasi saham. Kemudian 30% untuk investasi reksadana, dan sisanya 30% untuk investasi obligasi.

Alokasi aset itu harus benar-benar dipegang teguh untuk mencapai tujuan investasi kita. Selalu pastikan alokasi aset itu tetap dipertahankan.

Ingat juga, setiap investasi pasti ada naik turun, adaa volatilitas, yang merupakan salah satu risiko. Bisa saja alokasi aset kita di saham turun, di reksadana naik, dan di obligasi tetap. Atau berbanding terbalik atau bisa saja dalam posisi turun semua.

Jika mengalami kondisi seperti itu, kembali pada alokasi aset semula. Cara ini bisa dilakukan dengan rebalancing portofolio.

Pada dasarnya, rebalancing merupakan tindakan mengembalikan komposisi portofolio ke komposisi dasar sebagaimana ditetapkan pada awalnya. Rebalancing perlu kita lakukan, karena seiring berjalannya waktu sebagian dari investasi mungkin tidak sejalan dengan tujuan investasi kita. 

Dengan melakukan rebalancing, kita bisa memastikan bahwa portofolio investasi nggak selalu fokus pada kategori aset tertentu dan imbal hasil portofolio secara keseluruhan dapat tercapai pada tingkat risiko yang paling sesuai.

Misalnya saja, saat aset kita di saham naik, reksadana turun, dan obligasi tetap maka komposisi atau alokasi aset kita akan berubah. Di saham, alokasi aset kita menjadi 50%, di reksadana menjadi 20%, sementara obligasi tetap 30%. Tentu saja alokasi aset ini berubah dari yang sudah ditetapkan di awal.

Dari sini, kita bisa mulai rebalancing dengan menjual sebagian alokasi di saham agar kembali menjadi 40%. Dari keuntungan itu, kita bisa mengalihkannya ke reksadana agar kembali menjadi 30%.

Cara ini bisa dilakukan secara berulang. Sehingga selain kita bisa memaksimalkan keuntungan, investasi kita juga terjaga sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sejak awal.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Event
About Us
Join Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin