Mengenal Perbedaan antara Brand dan Merek

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA.COM, Jakarta – Apa yang sebenarnya dimaksud dari brand dan merek? Kalau kamu salah satu dari sekian banyak orang yang mengira brand dan merek itu punya arti yang sama, selamat kamu akan belajar hal baru dari artikel ini.

Langsung aja ambil contoh produsen perlengkapan olahraga Adidas. Logo tiga strip hitam yang membentuk segitiga dan teks “Adidas” adalah merek. Sebagai orang awam, hanya dengan melihat logo atau nama tersebut kita bisa paham bahwa Adidas adalah merek perlengkapan olahraga ternama yang berkualitas asal Jerman.

Terus brand Adidas itu apa? Pertama, brand itu bukan sekadar logo atau nama. Bahkan bisa dibilang, segalanya tentang Adidas merupakan brand itu sendiri.

Dan Pallotta, presiden Advertising for Humanity sekaligus pakar inovasi di sektor non-profit, menjelaskan dalam tulisannya di Harvard Business Review tentang segala aspek yang membentuk sebuah brand.

Strategi

Anggaplah kamu punya produk yang fokus isu lingkungan, maka itu adalah bagian dari brand produk kamu. Contoh lain misalnya Warmindo Abang Adek yang terkenal banget dengan masakan mi instan dengan sambalnya yang super banyak. Makanan serba pedasnya itu tentu cocok buat kamu yang hobi banget makan pedas. Itulah brand dari warung tersebut.

Customer service

Siapa bilang layanan pelanggan atau customer service itu aspek nomor sekian untuk perusahaan? Justru ketika semakin kamu memikirkan cara pelanggan menyuarakan aspirasinya dan menyediakan kanal terbaik untuk melakukannya, itu artinya kamu punya brand yang tau caranya melayani pelanggan dengan baik.

Cara komunikasi

Bayangin kamu memimpin perusahaan dengan target pasar anak muda Generasi Z, tapi konten teks, gambar, dan video yang kamu gunakan masih pake referensi anak tahun 2000-an. Bukannya dikenal sebagai brand yang akrab dengan target audiens, yang ada brand kamu malah dianggap ketinggalan jaman. Maka dari itu cara penyampaian pesan itu penting banget dalam membentuk brand.

Kumpulan medium komunikasi yang dipakai

Pallotta punya analogi yang menarik dalam mencontohkan aspek ini. Pernah liat toko resminya Apple di pusat-pusat perbelanjaan kan? Nah kebayang ga di benak kamu, Apple pasang iklan di depan tokonya pakai baliho atau banner? Kayaknya mustahil terjadi karena itu menyangkut pamor brand Apple. Medium situs web juga relevan banget buat era digital sekarang. Semakin keren, informatif, dan aksesibel user interface, itu menunjukkan derajat kualitas brand kamu.

Fasilitas kantor

Beberapa tahun belakangan ada tren yang lumayan rame tentang kantor yang nyediain snack, es krim, dan area santai yang anak muda banget. Nah itu sebetulnya bagian dari branding, Genks. Dengan fasilitas demikian, orang-orang bakal tau bahwa kantor tersebut punya reputasi yang memanjakan karyawannya khususnya yang berusia Gen Z dan Milenial.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Event
About Us
Join Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin