Mengintip Makna Saham Blue Chip

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA.COM, Jakarta – Jika tidak pandai memilih, berinvestasi saham bisa membuat kita selalu merugi. Apalagi saham yang diperdagangkan Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin banyak jumlahnya.

Saat ini saja, tercatat ada sekitar 771 saham. Jumlah sebanyak itu tentu saja bisa membuat para investor kebingungan dalam memilih saham.

Namun hal tersebut tidak berlaku jika kita mengenal ragam kelompok saham.

Secara resmi, BEI sebenarnya sudah mengelompokkan beberapa saham menjadi kesatuan indeks. Mulai dari LQ45, IDX30, saham-saham pilihan konstituen, hingga kelompok saham berbasis syariah.

Di luar itu, kalangan investor hingga analis saham juga kerap mengelompokkan beberapa saham. Salah satunya saham blue chip.

Mengutip investopedia.com, saham blue chip adalah saham perusahaan besar dengan reputasi yang sangat baik. Biasanya, saham perusahaan besar, mapan, dan sehat secara finansial yang telah beroperasi selama bertahun-tahun.

Tidak hanya itu, perusahaan yang sahamnya masuk kategori blue chip memiliki pendapatan terus bertumbuh dan sering kali membagikan dividen kepada investor.

Selain itu, saham blue chip biasanya memiliki kapitalisasi pasar besar, memimpin pergerakkan pasar atau di antara tiga perusahaan teratas di sektornya.

Dari pengertian itu, sebenarnya kita bisa lihat secara langsung daftar saham blue chip di BEI. Daftar ini bisa kita lihat dari deretan saham penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Misalnya saja sepanjang tahun 2022 ini. Meski belum berjalan satu bulan, setidaknya ada 10 saham yang menjadi penggerak IHSG. Saham-saham ini bisa juga kita masukkan sebagai kelompok saham blue chip.

sumber: BEI

Dari daftar di atas, kita bisa lihat bahwa sebagian besar saham tersebut memiliki kapitalisasi pasar (market cap/MC) bernilai besar. Dalam artian, nilainya bisa mencapai puluhan hingga ratusan triliun.

Namun kita juga perlu memahami bahwa tidak selamanya saham yang dianggap blue chip selalu memberikan kita keuntungan. Sesuai karakterya, semua saham juga bisa mengalami penurunan harga.

Oleh karena itu, selalu analisa kinerja saham dan kinerja keuangan perusahaan, termasuk beragam isu yang bisa memengaruhi industrinya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Event
About Us
Join Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin