Mitos Seputar Investasi Saham

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA.COM, Jakarta – Rendahnya literasi investasi di pasar modal membuat banyak pemahaman yang tidak benar. Hasilnya, ada saja informasi yang ternyata hanya mitos belaka.

Mengutip  Bursa Efek Indonesia (BEI), pasar modal adalah sarana bertemunya perusahaan maupun institusi lain (misalnya pemerintah) yang membutuhkan dana dari masyarakat untuk pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan lain-lain, dengan masyarakat yang hendak menginvestasikan dana mereka.

Untuk mendapatkan pendanaan, perusahaan atau institusi tersebut menerbitkan saham atau surat utang, dan masyarakat pemodal (investor) yang mendanai perusahaan maupun institusi tersebut dengan membeli instrumen tersebut di pasar modal baik secara langsung, maupun dalam bentuk reksa dana. Karena itu pasar modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara.

Secara pengertian, pasar modal memang tidak mudah dimengerti berbagai kalangan. Maka tidak aneh jika banyak mitos berkembang seputar investasi di pasar modal, khususnya investasi saham.

Mitos seputar investasi saham perlu dibuktikan kebenarannya. Oleh karena itu, investor harus cerdas dan terus memahami seluk beluk investasi saham.

Apa saja sih mitos-mitos tersebut? Sejauh mana kebenarannya?

Investasi saham seperti judi

Saham adalah instrumen investasi di pasar modal. Seperti pasar pada umumnya, ada proses jual beli pada investasi saham.

Oleh karena itu, saham bukan lah judi. Apalagi berinvestasi saham yang benar memerlukan berbagai strategi dan pemahaman yang baik.

Saham hanya untuk orang kaya

Investasi saham saat ini sudah bisa dilakukan berbagai kalangan. Bahkan untuk memulai investasi saham tidak perlu dana besar.

Bayangkan saja harga saham paling murah adalah Rp50 per lot (100 saham). Artinya uang yang dibutuhkan untuk membeli 1 lot saham hanya Rp5.000 saja.

Investasi saham bisa bikin kaya dalam waktu singkat

Ini tidak sepenuhnya salah. Jika memilih saham yang baik dan benar, bisa saja seseorang akan mendapat keuntungan besar dalam waktu singkat.

Tapi  investasi saham tidak menjamin keuntungan tinggi. Ada kalanya, saham yang kita miliki pun turun dan membuat rugi, maka selalu ingat bahwa setiap investasi punya risikonya masing-masing.

Saham naik jadi peluang investasi

Hati-hati dengan mitos yang satu ini. Harga saham yang naik memanng baik bagi pemiliknya, tapi belum tentu baik bagi investor yang baru masuk.

Pergerakkan harga saham fluktuatif, bisa saja dalam satu hari naik tinggi, tapi hari berikutnya turun sangat dalam.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Trending
Event
Contact Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin