Mudah dan Murah, Investasi Reksadana Juga Menguntungkan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA.COM, Jakarta – Reksadana bisa jadi pilihan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi di pasar modal. Instrumen investasi ini merupakan wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang bernama manajer investasi, untuk kemudian diinvestasikan ke saham, obligasi, hingga instrumen pasar uang.

Dengan berinvestasi di reksadana, kita tidak butuh modal besar. Seiring dengan hadirnya agen penjual reksadana (Aperd) daring, masyarakat bisa memulai investasi reksadana dengan hanya Rp10.000 hingga Rp100.000 saja.

Keuntungan yang bisa kita dapat dari investasi reksadana memang tidak sebesar dengan instrumen investasi lainnya, sejalan dengan risikonya yang bervariasi tergantung dari jenis reksadana yang kita pilih.

Selain adanya Aperd daring, investor juga bisa memiliki reksadana melalui berbagai saluran. Mulai dari bank, perusahaan efek, hingga manajer investasinya secara langsung. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juli 2021, tercatat ada 123 perusahaan efek, 97 manajer investasi, dan 3.100 Aperd terdaftar.

Namun ada beberapa hal yang harus kita ketahui sebelum memutuskan untuk berinvestasi reksadana.

  1. Sisihkan dana dari gaji/pendapatan

Pada prinsipnya, dana untuk investasi bukan merupakan sisa dari gaji/pendapatan bulanan kita. Sebaiknya, sisihkan terlebih dahulu gaji/pendapatan kita untuk investasi.

  1. Tetapkan tujuan

Jika cara menyisihkan gaji/pendapatan kita sudah berhasil dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah menentukan tujuan investasi, seperti untuk kebutuhan anak sekolah, membeli gadget, atau pun jalan-jalan.

  1. Pahami profil risiko

Profil risiko bisa kita ketahui setelah menetapkan tujuan investasi. Setidaknya ada tiga profil risiko yakni konservatif, moderat, dan agresif.

  1. Pilih reksadana

Beberapa jenis reksadana yang bisa dipilih antara lain reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, dan reksadana campuran.

  1. Investasi secara berkala

jangan langsung menaruh dana besar dalam satu waktu, karena keuntungan reksadana juga bisa berubah-ubah sesuai dengan isi portofolionya. Usahakan selalu sisihkan gaji/pendapatan secara bulanan sebagai investasi.

Sampai di sini sudah paham? Jika masih bingung, jangan ragu untuk banyak membaca berbagai informasi mengenai reksadana

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Event
About Us
Join Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin