Pendidikan, Faktor Utama Kesuksesan Bonus Demografi

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA.COM, Jakarta – Pepatah bilang belajarlah sampai ke negeri China. Secara ga langsung pepatah itu berarti jangan pernah ragu dan setengah-setengah untuk belajar. Pada kenyataannya itu benar banget. Pendidikan adalah kunci penting suatu negara buat meraih bonus demografi.

Ga ada negara di dunia ini yang bisa sukses dan maju dengan mengesampingkan sektor pendidikannya. Sebut aja Finlandia, Singapura, Korea Selatan, adalah sedikit contoh dari negara yang serius membenahi pendidikannya sampai bisa menjadi bahan bakar membaiknya kesejahteraan warganya.

Kita bisa anggap edukasi adalah kendaraan paling efektif buat seseorang untuk melakukan mobilitas sosial. Masalahnya hasil pendidikan ga segampang itu hasilnya muncul. Ada banyak faktor yang perlu kita benahi agar sistem pendidikan kita bisa menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Laporan World Bank berjudul The Promise of Education in Indonesia pada 2020 menyebutkan beberapa hal yang masih jadi ganjalan di pendidikan Indonesia. Pertama, pergi ke sekolah ga bisa langsung disamakan dengan belajar. Siswa Indonesia rata-rata sekolah selama 12,4 tahun, tapi proses belajarnya cuma setara 7,8 tahun. Kelompok siswa dari keluarga tidak mampu, tinggal di daerah terpencil, penyandang disabilitas, merupakan yang paling rentan.

Selain poin tadi, World Bank mencatat ruang perbaikan untuk sistem pendidikan Indonesia ada di: pendidikan usia dini, akses pendidikan yang adil dan inklusif, peningkatan kemampuan guru, pendidikan untuk siap kerja, kualitas pendidikan tinggi, dan membangun sistem pendidikan yang tangguh di kala pandemi seperti sekarang.

Pendidikan adalah kunci

Dalam konsep bonus demografi, pendidikan punya peran yang gede banget, Genks. Faktor populasi emang ngaruh banget, khususnya pengendalian angka kelahiran yang mana jadi syarat sebuah negara untuk ngejar potensi bonus demografinya. Namun edukasi punya peran lebih menentukan bagi suatu negara dalam mengejar bonus demografi.

Jesus Crespo, Wolfgang Lutz, dan Warren Sanderson dalam penelitian berjudul Is the Demographic Dividend an Education Dividend? (2013) menemukan contoh sukses bonus demografi harus dilihat dalam kacamata ekspansi pendidikan. Riset Lutz dkk. juga memastikan akumulasi sumber daya manusia sebagai salah satu kunci penting tingkat pertumbuhan pendapatan yang terus bertahan di Asia Timur selama 1960-an hingga 1990-an.

“Analisis statistik kami menunjukkan level dan perubahan dalam tingkat pendidikan menambah kejelasan yang signifikan dan layak jadi komponen kunci dalam studi tentang bonus demografi di masa depan,” tulis Lutz dkk.

Masih banyak tugas

Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2021 menyebut jumlah siswa SD-SMP-SMA/SMK lebih dari 45,2 juta siswa. Lebih dari setengah angka itu berasal dari siswa SD. Sementara guru bergelar D4/S1 untuk tiga jenjang itu ada hampir 3 juta. Meski demikian pekerjaan rumah Indonesia gede banget untuk sektor ini.

Masalahnya partisipasi usia prasekolah (0-6 tahun) malah turun dari 27,22% di 2019 jadi 26,558% di 2021 (Statistik Pendidikan 2021, BPS). Sementara itu, angka partisipasi kasar perguruan tinggi (19-23 tahun) masih di angka 31,19% pada 2021 dengan target 37,64% di 2024. Capaian ini tergolong masih jauh. Padahal angka partisipasi kasar perguruan tinggi jadi acuan agenda pembangunan yang tertuang di Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2022-2024.

Perlu diinget juga Genks, hambatan di sektor pendidikan kita ini ga lepas dari efek Covid-19. Jadi dengan waktu yang tersisa, masih mungkin banget buat kita dan pemerintah mengejar ketertinggalan di sektor pendidikan agar bisa sepenuhnya memanfaatkan momentum bonus demografi.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Event
About Us
Join Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin