Pengertian dan Pentingnya Fund Fact Sheet Reksadana

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA.COM, Jakarta – Dari waktu ke waktu, jumlah produk reksadana terus bertambah. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juli 2021, tercatat sudah ada 2.209 produk reksadana atau melesat 55,02% dari posisi 2016 yang baru mencapai 1.425 produk.

Banyaknya jumlah produk membuat para investor harus lebih teliti dalam memilih reksadana sebagai investasi. Apalagi, setiap reksadana punya karakter yang berbeda. Termasuk dengan isi keranjangnya sesuai dengan racikan masing-masing manajer investasi.

Oleh karena itu, setiap reksadana memiliki prospektus dan fund fact sheet. Dua dokumen ini menjadi informasi penting dalam memilih reksadana. Isinya pun cukup detail, mulai dari isi portofolio hingga alokasi asetnya.

Fund fact sheet merupakan laporan bulanan yang diterbitkan oleh Manajer Investasi yang berisi informasi kinerja produk, komposisi aset, dan portfolio efek pada akhir bulan dari setiap reksadana. Pengertian lainnya, fund fact sheet adalah lembar fakta bulanan yang disampaikan perusahaan manajemen investasi (fund manager) kepada nasabah dan publik terkait pertumbuhan, hitungan, serta portofolio produk reksadana yang mereka kelola.

Ibarat membeli sebuah gadget atau kendaraan, fund fact sheet reksadana bisa juga disebut sebagai buku petunjuk atau manual book. Jangan meremehkan petunjuk ini karena berkaitan dengan dana yang akan kita investasikan. Pastikan produk reksadana yang kita pilih sesuai dengan tujuan keuangan dan tujuan investasi kita.

Mengutip Bareksa, secara umum, fund fact sheet hanya berisi 1 halaman yang berisi ringkasan terkait:

• Profil singkat dan perkembangan aset yang dikelola oleh manajer investasi.

• Tujuan dan kebijakan (alokasi aset) reksadana.

• Garis besar komposisi portofolio pada akhir periode pelaporan.

• Kepatuhan Manajer Investasi terhadap kebijakan investasi.

• Penempatan terbesar (5 top holding) oleh reksadana).

• Perkembangan kinerja historis portofolio reksadana.

• Perbandingan kinejra Reksadana dengan benchmark (tolok ukur).

• Informasi dana kelolaan Reksadana, NAB/UP, dan biaya-biaya.

Dari daftar isi fund fact sheet tersebut, maka investor yang ingin berinvestasi reksadana perlu benar-benar memahami reksadana yang dipilih. Jangan sampai setelah beli justru menyesal karena tidak sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Trending
Event
Contact Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin