Pentingnya Memantau Saham yang Masuk Daftar Notasi Khusus

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA.COM, Jakarta – Dalam berinvestasi saham, kita harus selektif dan memahami betul kinerja fundamental perusahaan. Jangan sampai, saham yang kita pilih justru punya catatan kinerja atau pun pengelolaan yang buruk.

Namun masyarakat tidak perlu khawatir salah memilih saham. Pasalnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah memiliki tools yang dapat membantu kita mengetahui persoalan perusahaan tercatat.

Salah satunya notasi khusus. Mengutip website Mirrae Asset Sekuritas, notasi khusus ini merupakan pemberitahuan berupa simbol khusus yang diberikan oleh BEI kepada investor, untuk mengetahui kondisi kurang baik dari suatu emiten.

BEI memberlakukan notasi khusus dalam bentuk huruf, di mana dari setiap huruf memiliki pengertian yang berbeda dan diberikan secara beragam kepada masing-masing emiten.

Notasi khusus ini menjadi sebuah peringatan yang diberikan oleh BEI, kepada para investor. Karena secara tidak langsung notasi khusus ini berfungsi sebagai indikator penunjuk, jika suatu emiten sedang bermasalah, dengan tujuan :

1.   Untuk memberikan perlindungan bagi investor agar terhindar dari emiten-emiten yang bermasalah.

2.   Agar setiap emiten lebih taat aturan, guna menghindari penyematan notasi khusus yang lebih banyak.

Adapun beberapa notasi khusus yang perlu kita ketahui antara lain:

B – Adanya permohonan Pernyataan Pailit

M – Adanya permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU)

E – Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif

A – Adanya Opini Tidak Wajar (Adverse) dari Akuntan Publik

D – Adanya Opini “Tidak Menyatakan Pendapat (Disclaimer)” dari Akuntan Publik

L – Perusahaan Tercatat belum menyampaikan laporan keuangan

S – Laporan keuangan terakhir menunjukkan tidak ada pendapatan usaha

C – Kejadian perkara hukum terhadap Perusahaan Tercatat, Anak Perusahaan Tercatat dan/atau anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris Perusahaan Tercatat yang berdampak Material

Q – Pembatasan kegiatan usaha Perusahaan Tercatat dan/atau Anak Perusahaan Tercatat oleh regulator

Y – Perusahaan Tercatat yang belum menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sampai dengan 6 bulan setelah tahun buku berakhir

F – Sanksi Administratif dan/atau Perintah Tertulis dari OJK yang dikenakan terhadap Perusahaan Tercatat karena pelanggaran peraturan di bidang Pasar Modal dengan kategori Pelanggaran Ringan

G – Sanksi Administratif dan/atau Perintah Tertulis dari OJK yang dikenakan terhadap Perusahaan Tercatat karena pelanggaran peraturan di bidang Pasar Modal dengan kategori Pelanggaran Sedang

V – Sanksi Administratif dan/atau Perintah Tertulis dari OJK yang dikenakan terhadap Perusahaan Tercatat karena pelanggaran peraturan di bidang Pasar Modal dengan kategori Pelanggaran BeratX – Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Trending
Event
Contact Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin