Perbedaan Utama UKM dan UMKM

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA.COM, Jakarta – Meski mirip, UKM dan UMKM ternyata jauh berbeda. Pengertian keduanya bahkan sudah diatur dalam dasar hukumnya masing-masing.

Lihat saja UKM. Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pengertiannya ada dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1995 yang berarti kegiatan ekonomi rakyat berskala kecil dan memenuhi kriteria kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan serta kepemilikan sebagaimana diatur dalam undang-undang tersebut.

Lain lagi dengan UMKM. Pengertiannya tertuang melalui Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, UMKM dikelompokkan berdasarkan kriteria modal usaha atau hasil penjualan tahunan.

Dari dua pengertian di atas, perbedaannya mungkin belum terlihat mencolok. Maka, mari kita urai satu per satu bagaimana perbedaan UKM dan UMKM tersebut.

  • Omzet

Omzet alias hasil penjualan menjadi salah satu tolok ukur dalam menentukan skala usaha. Hal ini tertuang dalam UU Nomor 20 Tahun 2008. Usaha mikro punya omzet paling banyak Rp300 juta, usaha kecil Rp2,5 miliar, sementara usaha menengah berkisar Rp2,5 miliar sampai Rp50 miliar.

  • Aset

Aset dalam hal ini adalah kekayaan bersih usaha. Usaha mikro setara Rp50 juta, usaha kecil Rp50 juta sampai Rp500 juta, sementara usaha menengah Rp500 juta sampai Rp10 miliar. Namun dalam penilaiannya, kekayaan bersih di sini tidak menilai tanah dan bangunan tempat usaha.

  • Modal

Persoalan modal pun menjadi perbedaan. Ternyata modal usaha UKM lebih kecil dan UMKM. Nilai modal UKM berkisar Rp50 juta, sedangkan UMKM Rp300 juta

  • Tenaga kerja

Selain itu, jumlah tenaga kerja juga menjadi penilaian dalam membedakan jenis usaha. Misalnya usaha mikro yang berkisar 1-5 tenaga kerja, usaha kecil 6-19 tenaga kerja, dan usaha menengah 20-99 tenaga kerja

Itulah empat perbedaan utama jenis usaha UKM dan UMKM. Tentunya masih banyak perbedaan lainnya berdasarkan aturan yang berlaku.

Oleh karena itu, jika membangun usaha maka ikuti lah aturan yang berlaku agar mendapat perlakuan hukum sesuai dengan jenis usahanya masing-masing. Selamat berusaha!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Trending
Event
Contact Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin