Perginya Roman Abramovich, Berakhirnya Sebuah Era

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Roman Abramovich

GUEMUDA.COM, Jakarta – Roman Abramovich bukan sekadar orang super tajir asal Rusia yang punya saham mayoritas di Chelsea. Abramovich adalah orang super tajir yang punya saham mayoritas di Chelsea yang semangat dan kekayaannya bisa mengubah wajah industri sepak bola dunia.

Chelsea sebelum kedatangan taipan asal Rusia itu sebenernya jauh dari predikat klub elite Eropa. Jangankan Eropa, di level nasional aja mereka biasa-biasa aja.

Emang di akhir 1990-an dan awal 2000-an, penampilan klub asal London itu lumayan oke. Tapi ya sebagus-bagusnya Chelsea waktu itu, paling mentok mereka finis di peringkat tiga liga dan meraih beberapa trofi yang lumayan mentereng kayak Piala Winners (sekarang Liga Europa) dan Piala FA. Yang pasti, tahta Liga Inggris dan Liga Champions masih cuma mimpi buat mereka waktu itu.

Lalu tibalah sang pembawa keberuntungan Roman Abramovich. Pebisnis tambang itu membeli klub sepak bola Chelsea di 2003 dengan mahar 140 juta poundsterling atau sekitar Rp2,6 triliun. Dia lalu menyusun tim kepercayaannya sampai akhirnya berhasil ngerekrut nama-nama top ke skuat Chelsea. Sisanya, kita semua tau.

Sebelum Abramovich datang, koleksi trofi Chelsea berupa 1 Liga Inggris, 2 Liga Championship (kasta ke-2 Liga Inggris), 3 Piala FA, 2 Piala Liga, 2 Community Shield, 1 Piala Winners, 1 Piala Super Eropa. Satu trofi Liga Inggris pun mereka dapetin pada musim 1954-1955 alias lawas banget.

Baru sejak Abramovich berhasil ngebajak Jose Mourinho dari Porto di musim 2004/2005, keran koleksi trofi Chelsea terus mengalir. Jawara Liga Inggris setelah setengah abad dan Liga Champions adalah koleksi terbaik mereka. Total ada 18 trofi yang Chelsea raih selama era Abramovich termasuk 5 Liga Inggris dan 2 Liga Champions.

Uang bisa beli segalanya

Seinget penulis, klub kaya raya yang hobi belanja pemain top dengan harga gila-gilaan ya Real Madrid, terutama di era kepemimpinan presiden klub Florentino Perez. Madrid berkali-kali bikin rekor transfer pemain termahal dunia saat datengin Luis Figo (2000), Zinedine Zidane (2001), Kaka (2009), Cristiano Ronaldo (2009), hingga Gareth Bale (2013).

Chelsea di era Abramovich punya hobi serupa Madrid. Bedanya, mereka ga pernah beli satu pemain yang sampai mecahin rekor transfer melainkan beli beberapa pemain sekaligus dengan harga dan gaji jor-joran. Chelsea ambil jalan itu karena mereka ingin ngebangun tim yang cukup kompetitif untuk bertarung di perebutan trofi Liga Inggris dan Liga Champions. Selain itu, mereka juga bukan klub yang punya reputasi elite di Inggris atau Eropa. Modal besar yang dikucurin sang taipan ngebantu Chelsea punya tim yang kuat dalam waktu singkat.

Hasilnya? Ga usah tanya. Tahun pertama Mourinho datang, London Biru langsung juara Liga Inggris. Tahun berikutnya pun mereka juara liga. Trofi Liga Champions pertama mereka rengkuh pada 2012. Jadi total ada 18 trofi yang Chelsea kumpulin selama Abramovich jadi bohir mereka.

Data dari TalkSport menyebutkan Abramovich udah ngeluarin 2,1 miliar poundsterling atau sekitar Rp40,2 triliun cuma untuk belanja pemain selama dia jadi bos Chelsea. Itu belum ngehitung biaya-biaya lain yang dia keluarin selama ngebangun Chelsea jadi tim elite seperti sekarang.

Jadi apa benar anggapan uang ga bisa beli prestasi di sepakbola? Melihat perjalanan Abramovich sebagai bos Chelsea, sepertinya jawabannya bisa. Selain emang mampu, Abramovich punya kecintaan yang luar biasa dengan Chelsea. Buktinya dia mengikhlaskan Chelsea ga bayar utang senilai Rp29 triliun kepadanya. Dia milih itu agar calon pemilik baru ga terlalu berat untuk ngambil alih Chelsea dari tangan dia.

Sebagai akibat serangan Rusia ke Ukraina, Abramovich pun harus rela ngelepas kepemilikannya di Chelsea. Kepergian Abramovich adalah berakhirnya sebuah era di industri sepak bola.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Event
About Us
Join Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin