Menyoal Cut Loss Saat Harga Saham Turun

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA.COM, Jakarta – Berbicara investasi saham tidak hanya bicara soal keuntungan saja. Potensi kerugian juga perlu jadi perhatian untuk menjaga keberjutan investasi kita.

Oleh karena itu, kita perlu tahu istilah cut loss. Istilah ini mengacu pada potensi kerugian agar tidak semakin besar.

Mengutip Otoritas Jasa Keuangan (OJK), cut loss adalah istilah yang digunakan ketika kita menjual saham pada harga yang lebih rendah dari harga belinya, sehingga kita mengalami kerugian (loss). Keberadaan cut loss ini bukan untuk merealisasikan kerugian, tapi justru untuk mencegah kerugian yang lebih besar lagi ketika harga saham yang kita pegang terus menurun.

Dari pengertian di atas, maka kita sebagai investor saham harus menetapkan target atau batas penurunan harga. Misalnya, harga saham kita tidak boleh turun lebih dari 5%. Dengan begitu, cut loss bisa dilakukan sebelum harga saham turun 5%,

Masih dari OJK, banyak investor menganjurkan cut loss guna menjaga modal yang dimiliki. Apalagi jika posisi kita merupakan investor, bukan trader.

Sebagai Investor, cut loss bisa dilakukan ketika terjadi perubahan yang fundamental yang bisa dilihat dari kinerja fundamental perusahaan. Beberapa hal bisa dijadikan alasan mengapa kita harus melakukan cut loss yaitu antara lain ketika adanya berita buruk terkait perusahaan yang bersangkutan dan atau jika terjadi penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Selain itu, ada dua cara yang dapat dijadikan patokan dalam menentukan titik cut loss sebuah saham. 

Pertama, berdasarkan harga beli dan berdasarkan titik support atau tingkat atau area harga yang diyakini sebagai titik terendah.

Kedua, batasan cut loss bisa ditetapkan dengan melihat rekomendasi saham harian yang biasanya dikirimkan oleh sekuritas. Biasanya dituliskan dengan judul “Cut Loss If”. Cara ini dinilai lebih fleksibel karena mengikuti pergerakan naik dan turunnya harga saham tanpa menetapkan terlebih dahulu.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Trending
Event
Contact Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin