PHK dan Pencairan Dana di BPJS Ketenagakerjaan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA.COM, Jakarta – Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020 memberi dampak besar bagi perekonomian Indonesia. Terutama karena banyaknya pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kondisi ini memang tidak bisa dihindari banyak perusahaan. Apalagi perusahaan yang mengandalkan kegiatan ekspor untuk kelangsungan bisnisnya. Hal ini karena banyak negara menutup keran impor dari negara-negara terdampak pandemi, termasuk Indonesia.

Belum lagi perusahaan berbasis konsumsi, perhotelan, dan pariwisata. Banyak perusahaan harus gulung tikar karena adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Kondisi ini pun membuat para pegawainya harus dirumahkan.

Keadaan tersebut semakin menyedihkan karena sebagian masyarakat yang terkena PHK cukup kesulitan mencari pekerjaan lain. Dampaknya, pemasukan atau pendapatan rutin secara bulanan pun hilang.

Meski begitu, bagi masyarakat yang terdampak PHK, masih ada sedikit harapan untuk bertahan sambil terus mencari pekerjaan baru. Salah satunya dengan mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan. Tentu saja, harapan ini hanya ada bagi pekerja yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Pencarian dana di BPJS Ketenagakerjaan juga tak hanya alasan PHK saja. Para peserta BPJS Ketenagakerjaan lainnya juga bisa mencairkan saldo JHT dengan sebab mencapai usia pensiun 56 tahun, mengundurkan diri, kepesertaan 10 tahun (pengambilan sebagian 10%) dan peserta meninggalkan wilayah Republik Indonesia.

Lalu, bagaimana caranya?

Selama pandemi Covid-19, BPJS Ketenagakerjaan memang mengubah kebijakannya dengan mengandalkan layanan secara daring. Apalagi, banyak pengajuan klaim dari masyarakat sehingga menimbulkan antrean yang cukup panjang.

Untuk itu, peserta BPJS Ketenagakerjaan yang ingin melakukan klaim bisa mengunjungi situs layanan lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id. Ikuti petunjuknya.

Mulai dari Mengisi data awal seperti NIK, nama lengkap, dan nomor kepesertaan. Kemudian, sistem akan melakukan verifikasi data otomatis terkait kelayakan klaim. Setelah verifikasi, peserta akan diminta untuk melengkapi data sesuai instruksi yang tampil pada situs.

Langkah selanjutnya adalah mengunggah dokumen persyaratan. Jika proses ini sudah berjalan, peserta yang berhasil menyelesaikan proses akan menerima notifikasi yang berisi informasi jadwal wawancara dan kantor cabang.

Pihak BPJS Ketenagakerjaan akan menghubungi peserta melalui video call untuk proses wawancara sesuai jadwal yang telah diberitahukan sebelumnya. Saat sesi video call, siapkan dokumen-dokumen asli. Proses selesai dan saldo JHT Anda akan dicairkan melalui rekening yang telah dilampirkan. Selamat mencoba.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Trending
Event
Contact Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin