Saham IPO Bikin Melongo

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA.COM, Jakarta – Bagi investor retail dengan modal pas-pasan, mendapatkan saham yang akan initial public offering (IPO) tidak semudah yang dibayangkan. Sering kali, banyak investor justru tidak kebagian jatah.

Hal ini tidak lepas dari persentase jumlah saham yang dilepas oleh perusahaan. Apalagi, para penjamin emisi ingin dana yang ingin didapatkan perusahaan sesuai dengan target.

Maka tidak heran jika banyak para penjamin emisi mengalokasikan saham yang akan IPO bagi para investor-investor besar. Alhasil, jatah saham bagi investor dengan modal pas-pasan hanya sebatas sisa-sisanya saja.

Memiliki saham yang akan IPO memang menjadi keuntungan tersendiri bagi para investor. Pasalnya, saham yang akan IPO berada di level paling rendah dan harganya kerap akan naik setelah mulai bisa diperdagangkan.

Misalnya saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. Saham dengan kode ADMR ini ditawarkan hanya Rp100 per sahamnya.

Harga perdana tersebut terbilang sangat terjangkau bagi semua kalangan investor. Tentu saja banyak investor yang berbondong-bondong untuk mengantre pesanan saham ADMR ini.

Setelah IPO, saham ADMR begitu saja melesat. Hingga hari ini (Senin, 10 Januari 2022), saham ADMR sudah naik 374% dari Rp100 menjadi Rp474.

Bayangkan saja jika kita mendapat jatah pesanan saham ADMR sebelum IPO. Modal Rp1.000.000 saja sekarang sudah untung Rp2.740.000 atau modal kita telah menjadi Rp3.740.000.

Namun melihat hal seperti ini jangan terburu-buru untuk senang. Pasalnya, tidak semua atau tidak ada yang bisa memastikan bahwa saham yang akan IPO akan terus memberikan keuntungan.

Dari sini, kita perlu tahu bahwa dalam memilih saham yang akan IPO perlu analisa yang cukup mendalam. Jangan hanya karena banyak saham IPO harganya terus naik, jadi selalu berinvestasi pada saham IPO.

Hal ini juga pernah terjadi pada saham PT Bukalapak Tbk. Saham dengan kode BUKA ini justru membuat banyak investor kecewa.

Menawarkan harga perdana Rp850, saham BUKA memang sempat terus naik hingga Rp1.110. Namun kenaikannya tidak berlangsung lama.

Bahkan, saat ini harga saham BUKA malah berada di level Rp458. Artinya, harganya sudah turun 46,12%.

Untuk itu, selalu perhatikan banyak hal dalam berinvestasi saham IPO. Jika sembarangan, alih-alih ingin untung malah justru jadi buntung.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Trending
Event
Contact Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin