Suspensi dan UMA Saham, Serta Cara Menyikapinya

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA.COM, Jakarta – Pernah mengalami saham yang kita genggam berstatus suspensi atau pun unusual market avtivity (UMA)? Jika pernah, kuncinya adalah jangan panik.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai persoalan suspensi atau UMA saham, ada baiknya mengenal terlebih dahulu pengertian dua sanksi yang dikeluarkan Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut.

Suspensi saham berarti adalah penghentian sementara perdagangan suatu saham. Ada banyak penyebabnya.

Mulai dari kinerja keuangan perusahaan yang negatif (berpotensi pailit, bangkrut, dan lainnya), saham melonjak secara terus menerus tanpa ada dukungan fundamental atau sebaliknya saham turun secara terus menerus. Hingga perusahaan belum menyampaikan laporan keuangan atau pun biaya-biaya pencatatan kepada BEI.

Biasanya, suspensi ini dilakukan dalam rangka cooling down agar investor tidak panik atau terburu-buru menjual saham. Adapun pembukaan suspensi oleh BEI dilakukan jika hal yang dianggap melanggar sudah diperbaiki perusahaan tercatat.

Sementara itu, UMA menjadi salah satu peringatan bagi perusahaan dan investor untuk berhati-hati terhadap pergerakkan suatu saham. Status UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran.

Lalu, sikap investor harus bagaimana jika suatu saham kena suspensi atau UMA?

Sejatinya, suatu saham yang kena suspensi tidak bisa kita otak-atik, tidak bisa kita jual atau beli. Maka, sebaiknya investor menunggu dan terus memantau keterbukaan informasi dari perusahaan terkait.

Jika saatnya ada pengumuman pembukaan suspensi, investor sebaiknya mempertimbangkan kembali keputusan investasinya pada saham tersebut.

Begitu juga jika saham kita berstatus UMA. Sebaiknya kita mempelajari lebih lanjut kinerja keuangan perusahaan dan keterbukaan informasinya. Selama masih positif, tidak ada pelanggaran apapun, tahan saja.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Event
About Us
Join Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin