Tip Berinvestasi Reksadana Syariah

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA.COM, Jakarta – Dalam industri keuangan, produk berbasis syariah tidak hanya soal penamaan saja. Sebagian besar produk keuangan syariah benar-benar menerapkan prinsip dan kaidah syariah.

Termasuk pula reksadana syariah. Reksadana syariah adalah reksa dana yang hanya dapat berinvestasi di efek keuangan yang sesuai dengan kaidah dan prinsip syariah, dan tentunya masih terikat dengan batasan investasi yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berdasarkan data OJK, per September 2021 ini terdapat 286 produk reksadana syariah dengan total dana kelolaan Rp41,31 triliun. Namun jika dibandingkan dengan produk reksadana konvensional, jumlahnya masih kalah jauh.

OJK mencatat, jumlah reksadana konvensional mencapai 1.894 produk dengan total dana kelolaan Rp510,45 triliun. Artinya, porsi reksadana syariah secara jumlah hanya menapai 13,12%, sementara dari sisi dana kelolaan setara dengan 7,49%.

Meski begitu, kualitas dan keuntungan yang diberikan reksadana syariah tidak kalah dengan reksadana konvensional. Maka, kita perlu tahu bagaimana cara memilih reksadana terbaik untuk mendapat keuntungan maksimal.

1.   Tetapkan tujuan investasi

Langkah pertama merupakan langkah yang dilakukan secara umum dalam berinvestasi. Dengan menetapkan tujuan, kita akan tahu profil risiko yang perlu ditetapkan.

2.   Tetapkan profil risiko

Seperti kita ketahui, profil risiko berinvestasi ada tiga yakni moderat, konservatif, dan agresif. Jika sudah dipilih, mulai lah selektif dalam memilih produk.

3.   Perhatikan syarat-syarat prinsip syariah

Dalam berinvestasi reksadana syariah, syarat-syarat pemenuhan syariah menjadi penting. Untuk reksadana syariah, perhatikan pemenuhan kewajiban produk dari Unit Pengelolaan Investasi Syariah (UPIS), Ahli Syariah Pasar Modal (ASPM), dan izin yang dikeluarkan oleh OJK dan Dewan Pengawas Syariah (DPS).

4.   Pilih reksadana syariah dari manajer investasi dengan reputasi baik

Jika tiga tahapan di atas sudah dilakukan, saatnya selektif pula memilih produk. Selain melihat produknya, lihat juga siapa manajer investasinya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Event
About Us
Join Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin