Tips Aman Investasi Aset Kripto

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA.COM, Jakarta – Investasi aset kripto di Indonesia semakin banyak diminati masyarakat. Bahkan menurut Badan pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), per Oktober 2021 jumlah investor aset kripto telah mencapai 9,5 juta.

Besarnya minat investasi pada aset kripto ini pula yang menyebabkan munculnya pedagang aset kripto ilegal. Alhasil, ada saja masyarakat yang dirugikan.

Sebagai informasi, perdagangan aset kripto sudah diatur oleh Bappebti. Bahkan , Satgas Waspada Investasi juga ikut berperan untuk mengatasi pedagang aset kripto ilegal.

Meski begitu, masyarakat perlu tahu bagaimana bertransaksi aset kripto yang aman agar tidak terjebak oleh investasi bodong. Apa saja sih tipsnya?

Pahami aset kripto dan mekanisme perdagangannya

Jangan membeli kucing dalam karung. Jika tidak paham mengenai aset kripto dan mekanisme perdagangannya, sebaiknya pelajari terlebih dahulu.

Pastikan pedagang aset kripto terdaftar di Bappebti

Hingga November 2021, Bapebbti telah menetapkan sebanyak 11 pedagang aset kripto yang terdaftar. Sebelumnya jumlah pedagang aset kripto ada 12 sebelum akhirnya ada pembekuan izin PT Plutonext Digital Aset.

Pilih jenis aset kripto yang sudah ditetapkan Bappebti

Cek selalu aset kripto yang telah ditetapkan Bappebti. Berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 7 Tahun 2020 Tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto terdapat 30 aset kripto.

Kenali risiko

Seperti investasi pada umumnya, investasi di aset kripto juga punya risiko. Salah satunya risiko pasar yang muncul dari volatilitas harga aset.

Selain itu, aset kripto juga tidak memiliki underlying atau aset dasar, sehingga sulit untuk dilakukan valuasi.

Jangan percaya penawaran keuntungan tinggi dan tidak logis

Tips terakhir ini pun berlaku pada investasi secara umum. Setiap investasi dengan risikonya masing-masing akan menghasilkan keuntungan yang berbanding.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Trending
Event
Contact Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin