Tips Mengenali Skema Ponzi

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA.COM, Jakarta -Investasi bodong dengan skema Ponzi terus ada dan berlipat ganda seiring jaman. Penipuan dengan modus itu entah kenapa selalu berhasil memangsa korban.

Dari jaman Charles Ponzi hingga Bernie Madoff, penjahat berkedok investasi selalu mencari cara ngumpulin uang sebanyak-banyaknya dengan janji-janji setinggi langit. Mantan ketua Federal Reserve AS Alan Greenspan pakai istilah irrational exuberance atau antusiasme berlebihan yang enggak rasional.

Istilah itu Greenspan pakai karena kasus penipuan dengan skema Ponzi selalu ditandai oleh nilai profit yang menggiurkan banget dan investornya yakin betul investasinya aman walaupun sebenarnya ga ada alasan yang cukup rasional untuk mendasari kesimpulan-kesimpulan tadi.

Nah biar kamu ga kecolongan seperti korban-korban skema Ponzi sebelumnya, GueMuda udah mengumpulkan serangkaian red flags yang mencirikan skema Ponzi dalam suatu investasi yang kami ambil dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS. Berikut ciri-ciri investasi dengan skema Ponzi:

1. Untung tinggi dengan risiko super minim

Produk investasi yang legal dan terbukti enggak bodong pasti punya derajat risiko tersendiri. Misalnya aja saham yang tergolong punya keuntungan tinggi tapi juga disertai risiko yang tinggi. Intinya investasi apa aja yang menawarkan keuntungan tinggi pasti diikuti potensi kerugian yang tinggi pula. Begitu pun sebaliknya. Jadi kamu harus waspada ketika ada produk investasi yang pake kata-kata semacam “pasti untung” atau “enggak mungkin rugi”.

2. Profit besar yang terlalu konsisten

Yang namanya investasi pasti ada periode naik turun. Itu sebabnya kamu wajib waspada dengan produk investasi yang punya tawaran keuntungan besar terus-menerus yang ga sesuai dengan kondisi pasar.

3. Investasi yang enggak terdaftar

Ini harusnya jadi basic pengetahuan kita semua yang tertarik jajal produk investasi. Skema Ponzi biasanya melibatkan produk investasi yang enggak terdaftar di badan resmi kayak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Jangan ngeremehin status legal produk investasi ya Genks soalnya untuk dapat status legal dari badan terkait perlu proses yang enggak gampang untuk mastiin produk investasi itu bukan tipuan. Kamu bisa cek perusahaan investasi bodong di sikapiuangmu.ojk.go.id atau www.bappebti.com.

4. Rumit dan ga terbuka

Kalau kamu ketemu produk investasi yang sistemnya rumit dan enggak terbuka, itu red flags yang enggak bisa diabaikan. Sebisa mungkin hindari berurusan dengan investasi apapun yang kamu ga pahami dan informasinya ga lengkap.

5. Susah menarik dana

Salah satu indikasi kuat skema Ponzi berkedok investasi adalah sulit menerima pembayaran dan menarik dana. Ketika kamu ga dapat profit yang dijanjikan dan sulit menarik uang kamu, besar kemungkinan itu investasi bodong. Pelaku skema Ponzi punya kecenderungan untuk menahan korbannya mencairkan dana dengan iming-iming janji profit yang lebih tinggi.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Event
About Us
Join Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin