Waktu yang Tepat Masuk Pasar Saham

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

GUEMUDA.COM, Jakarta – Persoalan waktu kerap menjadi pertimbangan banyak investor dalam memutuskan investasi di pasar saham. Beberapa menilai, waktu paling tepat adalah ketika pasar saham sedang turun, sementara lainnya punya berbagai penilaian.

Pada prinsipnya, tidak ada yang bisa memastikan waktu yang tepat untuk berinvestasi saham. Terlebih, pasar saham bergerak seiring dengan transaksi jual dan beli dari para investor itu sendiri. Meski dalam satu waktu, ada sentimen yang bisa menggerakkan pasar saham.

Dalam berbagai kesempatan, kalangan analis selalu melihat secara makro sebelum menetapkan pandangan mikro dalam memilih saham. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, pengumuman suku bunga acuan, hingga berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

Setelah itu, sentimen secara makro akan dilihat sejauh mana akan mempengaruhi sentimen yang lebih mikro. Dalam hal ini biasanya akan dilihat secara industri. Sampai akhirnya akan mengerucut pada saham yang akan dipilih.

Bagi investor pemula, pemilihan waktu dalam berinvestasi saham bisa menjadi bumerang karena belum banyak memahami seluk beluk pergerakkan harga saham. 

Dari sini kita bisa memahami bahwa momentum pasar dan keberanian eksekusi menjadi kata kunci bagi investor. Jika seorang investor masuk pada saat yang tepat, dalam kondisi market seperti apa pun ia dipastikan bisa menggaet keuntungan.

Sementara jika kondisi pasar turun, investor bisa menjual dulu sahamnya dan membeli kembali (buy back) pada harga yang lebih rendah. Sedangkan, jika kondisi pasar naik, investor bisa membeli terlebih dulu dan menjual pada harga yang lebih tinggi.

Sejatinya, tidak ada waktu yang tepat bagi investor untuk masuk atau membeli saham tidak. Artinya, tetap utamakan investasi secara berkala. Fokus pada tujuan. Jangan terpengaruh sentimen isu dan berpegang teguh pada analisis fundamental.

Selain itu, investasi saham jangan hanya mengandalkan capital gain semata. Masih ada keuntungan lain yakni dividen yang bisa kita dapatkan jika memilih saham yang tepat.

Ingat juga, setiap investasi punya risikonya masing-masing. Semakin besar keuntungan yang ingin kita dapat, maka semakin besar pula risiko yang akan kita hadapi.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

RELATED

EDITOR'S PICK

Home
Categories
Event
About Us
Join Us

What would
you read?

Popular Post

Terima kasih telah mendaftar!

share with the world

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin